Berita

Haris Rusly Moti (Foto: Istimewa)

Politik

Haris Rusly Moti Sebut Narasi “1998 Redux” Sarat Kepentingan, Bukan Aspirasi Murni Rakyat

SELASA, 23 JUNI 2026 | 13:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Mantan aktivis 1998 yang juga pemrakarsa 98 Resolution Network, Haris Rusly Moti, menilai bahwa narasi “1998 redux” yang belakangan ramai di ruang publik bukanlah ekspresi murni dari gerakan sosial maupun gerakan mahasiswa.

Melainkan dikendalikan dan digerakkan secara terstruktur dari atas oleh kaum oligarki serakahnomic melalui jejaring akun proxy di media sosial yang membentuk opini publik secara sistematis.

“Narasi atau tagar ‘1998 redux’, mengulangi 1998, tidak lahir secara buttom up dari gerakan sosial dan gerakan mahasiswa. Jika kita perhatikan di analitik, narasi 1998 redux diorkestrasi secara top down oleh oligarki serakahnomic melalui akun proxy media sosial," ungkapnya dalam sebuah pernyataan, dikutip Selasa, 23 Juni 2026. 


Menurut Haris, kaum oligarki serakahnomic memiliki obsesi untuk mengulang skenario destabilisasi dan krisis multidimensi seperti 1998 guna kembali mengeruk kekayaan Indonesia.

Dia mengingatkan kembali skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI) sebagai mega-korupsi terbesar dalam sejarah Indonesia dengan menunggangi krisis moneter dan gerakan mahasiswa 1998. 

“Kerugian negara akibat perampokan tersebut mencapai ratusan triliun rupiah akibat penyalahgunaan dana talangan darurat dari Bank Indonesia. Negara tetangga kita, Singapura, kelimpahan duit segar BLBI yang diparkir para perampok di sana”, ujar Haris dengan nada geram.

Oleh sebab itu, ia meyakini narasi-narasi seperti “Indonesia gelap”, “Indonesia bangkrut”, hingga “1998 redux” bukan lahir dari keresahan murni masyarakat.

“Kami yakin tidak mungkin gerakan sosial dan gerakan mahasiswa yang murni mengangkat narasi Indonesia gelap, Indonesia bangkrut, Sale Indonesia, Kabur dari Indonesia, buang rupiah, 1998 redux serta Indonesia hancur total," tegasnya.

Haris menyebut kaum serakahnomic justru sangat dirugikan oleh langkah Presiden Prabowo Subianto yang menjalankan kembali pasal 33 UUD 1945, disertai pencegahan terhadap sumber kebocoran kekayaan negara, pemberantasan korupsi dan penyitaan uang dan asset hasil korupsi.

“Karena sebetulnya yang terancam nasibnya gelap gulita dan bangkrut, bukan negara Indonesia, tapi kaum oligarki serakahnomic. Peluang mereka terkunci melalui menumpuk kekayaan yang bersumber dari perampokan terhadap keuangan negara dan SDA Indonesia," jelas Haris yang pernah menjadi Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran.

Dia pun mengingatkan agar gerakan mahasiswa tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah, namun sekaligus cermat membaca narasi yang beredar di media sosial yang menurutnya dikendalikan oleh kekuatan serakahnomic.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Dunia Film Berduka, Bintang Jurassic Park Sam Neill Meninggal Dunia

Senin, 13 Juli 2026 | 16:19

Kapolri dan Jajaran Sowan ke Cilangkap Perkuat Silaturahmi dengan Panglima TNI

Senin, 13 Juli 2026 | 16:16

Bincang Ringan di Cilangkap

Senin, 13 Juli 2026 | 16:10

Demokrat Minta Kasus Mantan Jampidsus Febrie Diserahkan ke KPK

Senin, 13 Juli 2026 | 16:06

DPR Buka Peluang Panggil Mahfud MD Bahas Dugaan Cacat Prosedur Kasus Febrie

Senin, 13 Juli 2026 | 16:02

Kemlu Pastikan Tidak Ada WNI yang Jadi Korban Kebakaran Maut di Bangkok

Senin, 13 Juli 2026 | 15:59

Rasio Defisit APBN 2026 Paling Tinggi Imbas Lonjakan Belanja Negara

Senin, 13 Juli 2026 | 15:53

Prabowo Diminta Ambil Langkah Strategis Atasi Ketegangan Polri-Kejaksaan

Senin, 13 Juli 2026 | 15:44

Polri Didesak Berantas Buzzer Penyebar Disinformasi soal Pengamanan Kejaksaan

Senin, 13 Juli 2026 | 15:30

Rakernas GPA Tegaskan Dukungan Penuh ke Prabowo dan Polri

Senin, 13 Juli 2026 | 15:16

Selengkapnya