Berita

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

IFC Segera Dibentuk, Pemerintah Ingin Indonesia Jadi Magnet Investor Global

SELASA, 23 JUNI 2026 | 13:29 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah tengah mematangkan rencana pembentukan International Financial Center (IFC) sebagai bagian dari upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan internasional. 

Kehadiran IFC diharapkan dapat meningkatkan daya saing sektor keuangan nasional sekaligus menarik lebih banyak investasi dan pelaku usaha jasa keuangan dari berbagai negara.

Wakil Menteri Sekretaris Negara, Bambang Eko Suhariyanto, mengatakan konsep IFC saat ini masih dalam tahap penyusunan pemerintah sebagai tindak lanjut amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).


"Di undang-undangnya itu disebutkan bahwa International Financial Center bertujuan meningkatkan daya saing Indonesia sebagai pusat keuangan internasasional," kata Bambang kepada wartawan di Gedung DPR, Selasa 23 Juni 2026. 

Menurut Bambang, pemerintah menargetkan IFC tidak hanya memperkuat posisi Indonesia di peta keuangan global, tetapi juga mendorong pendalaman pasar dan inovasi di sektor keuangan domestik.

Selain itu, keberadaan pusat keuangan internasional tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak investor serta pelaku usaha jasa keuangan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

"Menarik investasi dan pelaku usaha sektor keuangan, baik nasional maupun internasional," ujarnya.

Lebih jauh, IFC diproyeksikan menjadi salah satu instrumen pembiayaan bagi sektor riil, proyek strategis nasional (PSN), pembiayaan berkelanjutan, pembiayaan iklim, hingga pembangunan infrastruktur.

"Memfasilitasi pembiayaan sektor riil, proyek strategis nasional, pembiayaan berkelanjutan, pembiayaan iklim, pembiayaan infrastruktur, dan atau pembiayaan lainnya," jelas Bambang.

Pemerintah juga berharap pembentukan IFC dapat memperbesar kontribusi sektor keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.

Meski demikian, Bambang mengaku belum dapat memastikan apakah pembentukan IFC nantinya akan diikuti dengan pembentukan lembaga moneter baru.

"Ya kita belum tahu sampai sekarang itu bagaimana," pungkasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Teradang Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Minggu, 13 September 2026 | 18:04

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal Pengangkut 5 Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 | 17:16

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di Hadapan Pemimpin BRICS

Minggu, 13 September 2026 | 17:02

Aspekpir Puji Komitmen PTPN IV PalmCo Majukan Petani Mitra

Minggu, 13 September 2026 | 16:50

Prabowo Ajak BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan untuk Pertumbuhan Global

Minggu, 13 September 2026 | 16:49

BNI Perkuat Ekosistem Industri Kecantikan Lewat BSF 2026

Minggu, 13 September 2026 | 16:46

Kerugian Bisnis Tak Otomatis jadi Tindak Pidana

Minggu, 13 September 2026 | 16:27

Dua Armada Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Minggu, 13 September 2026 | 16:21

Kapal Pertamina Bantu Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 16:02

Selengkapnya