Berita

Peluncuran buku Jurubicara Presiden ke-4 RI, Adhie M. Massardi, berjudul "Peradaban Not Just Civilization" di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juni 2026. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Adhie Massardi Gagas Mahkamah Intelektual di Buku Peradaban Not Just Civilization

SENIN, 22 JUNI 2026 | 15:33 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemikiran dalam menyongsong kemajuan Bangsa Indonesia Emas 2045, mendorong Jurubicara Presiden ke-4, Adhie M. Massardi, menelurkan satu karya buku terbarunya berjudul "Peradaban Not Just Civilization".

Buku tersebut diluncurkan Adhie sekaligus dibedah bersama sejumlah tokoh, di Gedung Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juni 2026.

Turut hadir Ketua Dewan Pers Prof. Komarudin Hidayat, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia) yang juga mantan Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif.


Selain itu juga hadir budayawan sekaligus kolumnis dan akademisi terkemuka Indonesia Prof. Dr. Mohamad Sobary, mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu, hingga Peneliti Politik Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Siti Zuhro.

Saat memberikan pengantar, Adhie menjelaskan buku terbarunya ditulis berdasarkan kesadaran tentang arah pembangunan nasional, yakni visi Indonesia Emas 2045.

"Saya menulis deskripsi soal peradaban untuk dasar bagaimana menjadikan manusia emas Indonesia. Saya bikin lah, saya kontemplasi bahan-bahannya, dan akhirnya jadi," ujar dia.

Adhie mengaku, dirinya sempat diajak Sekretaris Jenderal Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR) Yosef Sampurna Nggarang, untuk berdiskusi bersama Menteri Hukum Natalius Pigai, tentang substansi visi Indonesia Emas 2045.

"Karena bangsa ini memang belum pernah melahirkan manusia yang berhati emas dan kemuliaan emas. Terutama para pimpinannya," tuturnya.

Sebagai salah satu contoh, Adhie menyebutkan satu peristiwa terbaru yang menurutnya sebagai gambaran tentang perlunya merekonstruksi Indonesia Emas, yaitu soal hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

"Contoh, misalnya kemarin bagaimana cara menangkap orang yang berbeda pendapat, Roy Suryo teman kita dan dr. Tifa, ini kan harusnya bangsa sendiri itu menghormati warga negaranya. Kalau bangsanya menghormati warga negaranya, dunia internasional juga akan menghormati kita," urainya.

"Nah sebaliknya, kalau kita sendiri, pimpinan-pimpinan yang tidak menghormati rakyatnya, apalagi bangsa lain. Nah kemudian saya menulis deskripsi soal Peradaban, untuk dasar bagaimana menjadikan manusia emas Indonesia," sambung Adhie.

Di samping itu, buku terbarunya ini sempat dipertimbangkan Penerbit Buku Kompas karena tidak memasukkan banyak referensi tekstual. Padahal, isinya merupakan hasil kontemplasi dari realitas yang ada saat ini.

"Menurut saya, di republik ini masih banyak orang berpikir seperti orang melihat referensi-referensi, tidak mengontemplasi," tegasnya.

Lebih lanjut, Adhie menyatakan bahwa kontemplasinya bermula dari esensialitas Peradaban yang dibentuk berdasarkan budaya yang berkembang di masyarakat. Termasuk, tentang artificial intelligence (AI) yang turut diperhatikan pemuka agama Umat Katolik, Paus Leo XIV.

"Saya ingat ketika saya membaca pernyataan spesifiknya Paus Leo soal kecerdasan AI itu juga sebanyak yang lain. Saya tidak terkejut juga. Bukankah AI itu produk peradaban, bagian dari Kebudayaan," tuturnya.

Hanya saja, dia memerhatikan AI yang berkembang saat ini menjadi produk peradaban yang potensi tidak sesuai semangat penciptaannya, karena tidak dipergunakan sebagaimana mestinya.

Kebudayaan itu adalah produk untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Jadi semua produk peradaban, semua produk kebudayaan intinya adalah untuk itu. AI antara lain untuk itu. Kita menciptakan itu, kemudian kita minta bantuan. Kita kan perlu lebih tinggi dari AI-nya," jelasnya.

Oleh karenanya, Adhie memandang persoalan-persoalan yang ada di Republik ini harus dibuka seluas-luasnya dalam ruang yang terbuka, supaya tercipta kebudayaan yang membentuk peradaban baru dalam rangka pembangunan nasional.

Untuk itu, Adhie mengusulkan satu gagasan teknis untuk merealisasikan pembentukan peradaban yang melahirkan generasi-generasi emas untuk Indonesia mendatang.

"Jadi hari ini kita memulai Peradaban baru dengan keterbukaan, dengan mulai mempertengkarkan gagasan-gagasan. Karena itu saya mengajukan gagasan Mahkamah Intelektual. Jadi tidak boleh lagi ada pikiran atau gagasan yang dikubur tanpa suara oleh kekuasaan," ungkapnya.

"Tapi juga sebaliknya, tidak boleh ada gagasan yang tidak dibicarakan oleh orang banyak tidak diperdebatkan, gagasan yang tentu menjadi kebijakan pemerintah," demikian Adhie menambahkan.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya