Berita

Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2015, Prof. Din Syamsuddin. (Foto: Istimewa)

Politik

Din Syamsuddin: Bung Karno Tokoh Muslim dan Nasionalis

SENIN, 22 JUNI 2026 | 12:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Proklamator Kemerdekaan RI sekaligus Presiden pertama, Soekarno atau Bung Karno, merupakan sosok nasionalis yang memiliki pemahaman keislaman yang luas dan mendalam. 

Penegasan itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2015, Prof. Din Syamsuddin, saat memberikan ceramah pada Haul ke-56 Bung Karno di Masjid At-Taufik, Lenteng Agung, Jakarta, pada Minggu malam, 21 Juni 2026.

Haul Bung Karno diprakarsai DPP Baitul Muslimin (Bamusi) PDIP dan dihadiri ratusan jemaah serta sejumlah politikus PDIP, di antaranya Ahmad Basarah yang mewakili Megawati Soekarnoputri, Abdullah Azwar Anas, Gus Falah, dan Helmi Hidayat selaku Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP Bamusi.


Dalam ceramahnya, Din mengatakan, banyak alasan yang menunjukkan Bung Karno sebagai tokoh Muslim dan nasionalis.

“Bung Karno memadukan antara wawasan kebangsaan dan wawasan keislaman, tidak ada pemisahan antara keduanya,” kata Din.

Din menjelaskan, sebagai penggali Pancasila, Bung Karno menempatkan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila yang memiliki posisi sentral terhadap sila-sila lainnya. 

Atas dasar itu pula Universitas Muhammadiyah Jakarta pada 3 Agustus 1965 menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa kepada Bung Karno dalam bidang Filsafat Ilmu Tauhid.

Lebih lanjut, Din mengungkapkan bahwa dalam buku Di "Bawah Bendera Revolusi", Bung Karno telah menulis sejak 1924 mengenai cita-cita mewujudkan Islam yang berkemajuan di Indonesia merdeka, sejalan dengan gagasan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.

Karena itu pula, Bung Karno kemudian menulis artikel yang dibukukan dengan judul "Islam Sontoloyo" pada 1940 sebagai bentuk kritik terhadap cara beragama yang dinilainya terlalu dogmatis dan hanya memahami Al-Qur'an secara harfiah. 

“Hal ini bertentangan dengan Islam Berkemajuan dan tidak akan membawa umat kepada kemajuan,” katanya.

Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu juga menyinggung konsep Trisakti yang digagas Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Menurut Din, konsep Trisakti tetap relevan sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara hingga saat ini. Karena itu, para pemimpin bangsa seyogianya menerapkan prinsip tersebut secara konsisten.

Di akhir ceramahnya, mantan Ketua Umum MUI itu juga berpesan agar PDIP tetap dekat dengan Islam dan umat Islam. 

“Baitul Muslimin yang merupakan kelanjutan dari Jamiyatul Muslim, organisasi dakwah di tubuh Partai Nasional Indonesia di Era Bung Karno perlu berfungsi sebagai sarana dakwah dan wahana pemaduan nasionalisme dan Islam,” kata Din.

Haul ke-56 Bung Karno diawali dengan tahlilan selepas salat Magrib dan ditutup dengan doa untuk Bung Karno serta salat Isya berjemaah.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya