Berita

Presiden AS Donald Trump desak Iran hentikan dukungan terhadap kelompok proksi di Lebanon (Unggahan akun Truth Social @realDonaldTrump)

Dunia

Trump Ancam Hancurkan Iran jika Tak Hentikan Dukungan untuk Kelompok Proksi di Lebanon

SENIN, 22 JUNI 2026 | 07:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran dan meminta Teheran segera menghentikan dukungannya terhadap kelompok-kelompok proksi di Lebanon. 

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump memperingatkan bahwa jika hal itu tidak dilakukan, AS akan kembali melancarkan serangan yang lebih besar terhadap Teheran.

“Jika mereka tidak melakukannya, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan minggu lalu, hanya saja lebih keras," tulisnya, dikutip Senin, 21 Juni 2026.


Sementara dalam wawancara dengan Fox News, Trump juga menyoroti pentingnya Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia. Ia memperingatkan Iran agar tidak menutup selat tersebut. Trump bahkan mengatakan bahwa jika Iran melakukan langkah tersebut, negara itu akan menghadapi konsekuensi yang sangat berat.

“Kalian bahkan tidak akan memiliki negara jika menutup Selat Hormuz,” 
ujarnya.

Trump juga menambahkan bahwa AS mungkin akan mengambil alih jalur tersebut bila diperlukan. Menurutnya, AS dapat bertindak sebagai “Malaikat Pelindung” Selat Hormuz dan berhak mengambil 20 persen dari minyak yang melintas. Ia juga mengancam akan memberlakukan biaya tol apabila Iran tidak mencapai kesepakatan dengan Washington.

Selain itu, Trump melontarkan peringatan langsung kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang sebelumnya menegaskan bahwa Iran tetap memiliki hak untuk memperkaya uranium. Trump meminta Pezeshkian berhati-hati dalam berbicara.

“Dia harus berbenah atau kami akan mengambil alih seluruh negara," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya masih memiliki ruang negosiasi selama 60 hari dan setelah periode tersebut berakhir, ia merasa bebas mengambil langkah apa pun yang dianggap perlu.

Di sisi lain, Trump menyebut sekitar 19 juta barel minyak diangkut melalui Selat Hormuz pada Sabtu lalu, menunjukkan bahwa jalur tersebut tetap menjadi urat nadi penting perdagangan energi global.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya