Berita

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

SABTU, 20 JUNI 2026 | 16:08 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah bersama Danantara Indonesia terus mempercepat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan pembahasan dengan Danantara mencakup berbagai langkah strategis, mulai dari optimalisasi aset rumah susun milik BUMN hingga penyelesaian proyek rumah susun Meikarta.

Menurut Maruarar, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah tahapan penting terkait Meikarta, antara lain proses hibah, percepatan due diligence legalitas tanah, penugasan BUMN pelaksana, serta penetapan harga jual unit agar sosialisasi kepada masyarakat dapat segera dilakukan.


"Terima kasih atas dukungan Danantara Pak Rosan dan BP BUMN Pak Dony. Semua masih on the track. Ada beberapa isu yang kita persiapkan terkait Meikarta dan pada Senin saya akan ke BPKP untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan yang berlaku," kata Maruarar di Jakarta, dikutip Sabtu 20 Juni 2026.

Selain itu, pemerintah dan Danantara juga membahas penyusunan Instruksi Presiden (Inpres) yang diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan strategis di sektor perumahan dan kawasan permukiman.

Di sisi pembiayaan, realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 78.277 unit rumah atau sekitar 22,36 persen dari target 350.000 unit pada 2026. Pemerintah menilai sinergi dengan Danantara dan BUMN akan menjadi faktor penting dalam mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya