Berita

Ilustrasi (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

SABTU, 20 JUNI 2026 | 15:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham perusahaan teknologi Intel melonjak sekitar 10 persen setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Apple akan bekerja sama dengan Intel untuk merancang dan memproduksi chip di Amerika Serikat.

Kenaikan ini menjadi salah satu penguatan terbesar saham Intel dalam beberapa waktu terakhir dan menunjukkan optimisme investor terhadap prospek perusahaan semikonduktor tersebut.

Trump menyampaikan pengumuman itu melalui media sosial Truth Social. Menurutnya, Apple telah sepakat bekerja sama dengan Intel untuk mendesain dan membangun chip di dalam negeri sebagai bagian dari upaya mengembalikan industri semikonduktor ke Amerika Serikat.


"Apple telah setuju bekerja sama dengan Intel untuk merancang dan membangun chip di Amerika," tulis Trump di Truth Social, dikutip Sabtu 20 Juni 2026.

Trump juga mengkritik kebijakan pemerintah AS di masa lalu yang dinilai membuat negara lain, terutama Taiwan, mengambil alih dominasi industri semikonduktor global.

Kabar tersebut langsung mendapat respons positif dari pasar. Saham Intel (INTC) sempat melonjak hingga 10 persdn, sementara secara keseluruhan saham perusahaan itu sudah mencatatkan kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Selama beberapa tahun terakhir, Intel menghadapi berbagai tantangan dan kehilangan posisi dominannya di industri chip global. Perusahaan ini tertinggal dari sejumlah pesaing setelah mengalami keterlambatan dalam pengembangan teknologi dan menghadapi persaingan ketat di sektor kecerdasan buatan (AI).

Namun, rencana kerja sama dengan Apple dipandang sebagai peluang besar untuk memperkuat kembali posisi Intel di industri semikonduktor.

Investor juga melihat langkah ini sebagai bagian dari strategi pemerintah AS untuk mengurangi ketergantungan pada produksi chip dari luar negeri dan memperkuat rantai pasok teknologi domestik.

Meski demikian, rincian mengenai nilai investasi, kapasitas produksi, maupun jadwal pelaksanaan kerja sama tersebut belum diumumkan secara resmi.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya