Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (Foto: Dokumen RMOL)

Bisnis

Pemerintah Genjot Anggaran Lisdes Rp10,3 Triliun demi Perluas Akses Listrik Desa

SABTU, 20 JUNI 2026 | 13:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) gratis guna memperluas akses energi di wilayah pelosok. 

Langkah ini ditegaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, saat meninjau langsung realisasi penyambungan listrik di Dusun Krembeng, Desa Hardimulyo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Jumat 19 Juni 2026. 

Kunjungan ini difokuskan untuk memastikan intervensi energi berjalan di kawasan yang selama ini belum terjangkau jaringan listrik negara.


Bahlil mengungkapkan bahwa ide pemerataan ini berawal dari diskusi bersama Presiden mengenai masih adanya ribuan wilayah yang belum terang. 

"Ide program pemerataan ini muncul ketika saya berdiskusi dengan Bapak Presiden. Saya sampaikan bahwa masih ada ribuan desa dan dusun yang belum ada listrik. Negara harus hadir untuk melayani seluruh rakyat," kata Bahlil saat berdialog dengan warga penerima manfaat, dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 20 Juni 2026. 

Berdasarkan data pemerintah, terdapat sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun di Indonesia yang belum mendapatkan akses listrik, sehingga perluasan program Lisdes dinilai krusial untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan warga.

Guna mempercepat pemenuhan target tersebut, alokasi anggaran ditingkatkan secara signifikan pada di  2026 ini menjadi sekitar Rp10,3 triliun, setelah sebelumnya pada 2025 didukung anggaran sebesar Rp3,6 triliun. 

Di 2025, pemerintah telah merealisasikan pembangunan kelistrikan di 1.403 lokasi desa dan dusun di seluruh Indonesia, serta menghadirkan sambungan listrik gratis melalui program BPBL bagi 220.845 rumah tangga, termasuk 19.161 rumah tangga di Jawa Tengah. 

Peningkatan anggaran pada tahun ini diperlukan karena pembangunan jaringan di daerah terisolasi membutuhkan investasi besar yang tidak layak secara hitungan bisnis komersial.

"Hanya untuk melayani sekitar 44 kepala keluarga, investasinya bisa mendekati Rp 700 juta. Secara bisnis tentu tidak ekonomis. Tetapi pemerintah tidak boleh hanya berhitung untung rugi. Tugas negara adalah melayani rakyat," tegas Bahlil.

Faktor latar belakang pribadi yang tumbuh di daerah tanpa listrik juga membuat Bahlil memahami pentingnya energi untuk akses informasi digital dan pendidikan anak-anak.  

“Saya mantan anak kampung yang lahir tanpa listrik, jadi saya tahu kesedihan mereka. Bagaimana orang bisa sekolah pintar, bagaimana bisa akses informasi dengan cepat, bagaimana anak-anak SD bisa belajar dengan baik kalau tidak ada akses digitalisasi. Ini infrastruktur dasar yang wajib kita bangun,” ujarnya.

Dalam penerapannya, program Lisdes berjalan melalui dua skema utama, yakni pembangunan infrastruktur jaringan listrik serta pemasangan instalasi gratis lewat program BPBL. 

Bahlil menjelaskan bahwa saat ini kementeriannya sedang menyelesaikan sisa program tahun 2025 dan menginventarisasi data baru untuk dieksekusi hingga 2027. 

Dampak program ini salah satunya dirasakan oleh Markamah (53), seorang penganyam bambu di Dusun Krembeng. 

Selama bertahun-tahun, ia dan warga sekitar hanya mengandalkan lampu pelita atau menyambung listrik secara swadaya dari dusun tetangga. Dengan masuknya program Lisdes, ia mengaku bersyukur karena kini rumahnya sudah bisa menikmati aliran listrik secara mandiri.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Jaga Energi dan Cairan, Tantangan 14.000 Pelari Maybank Marathon 2026

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25

Bawa Hasil Riset UGM ke Bursa, SWAP Bidik Dana Segar Rp45 Miliar Lewat IPO\

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:14

BEI Agendakan RUPSLB, Catat Syarat Kehadirannya

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:00

Iran Anggap Negara Pendukung Perang Ekonomi AS sebagai Musuh

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:21

ASBI Laporkan Dugaan Penggelapan ke BEI-OJK, Enam Pihak Jadi Terlapor

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:03

Hasil Penelitian Ungkap Air Galon Guna Ulang Tak Berisiko Kanker

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:02

Pemuda Katolik NTT Berangkatkan Puluhan Relawan ke Flores

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:42

PAN Launching Lapor PAN dan PANsar Murah

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:27

Pertina Bawa Polemik Legalitas ke PTUN dan PN Jakpus

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:14

TNI AL Berhasil Operasi Patah Tulang Korban Gempa NTT di KRI

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:02

Selengkapnya