Berita

Pengurus Koperasi Karyawan Forwarder Indonesia dalam Peluncuran di Jak Bistro Kafe, Sunter, Jakarta Utara, Jumat, 19 Juni 2026 (Foto: RMOL/Abdul Rouf)

Politik

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

JUMAT, 19 JUNI 2026 | 21:37 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Pekerja di sektor freight forwarding dan logistik Indonesia membentuk wadah baru yaitu Koperasi Karyawan Forwarder Indonesia.

Ketua Umum Koperasi Karyawan Forwarder Indonesia, Muhajir, menegaskan koperasi ini tidak dibentuk untuk berhadapan dengan perusahaan maupun asosiasi pengusaha logistik, melainkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem industri.

"Kami percaya bahwa perusahaan yang sehat membutuhkan pekerja yang sejahtera. Karena itu Koperasi Karyawan Forwarder Indonesia hadir bukan sebagai alat konflik, tetapi sebagai jembatan keseimbangan," kata Muhajir di Jak Bistro Kafe, Sunter, Jakarta Utara, Jumat 19 Juni 2026.


Ia menjelaskan pembentukan koperasi ini dilatarbelakangi kondisi pekerja yang kerap menjadi pihak paling rentan ketika perusahaan menghadapi persoalan bisnis, kesulitan keuangan, sengketa hukum, hingga perkara pidana.

Menurutnya, industri freight forwarding sedang menghadapi perubahan besar, mulai dari digitalisasi logistik, persaingan global, perubahan regulasi, hingga penyesuaian terhadap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 yang berdampak langsung terhadap pelaku usaha dan tenaga kerja di sektor logistik.

Koperasi ini dirancang untuk menghimpun pekerja dari berbagai perusahaan jasa pengurusan transportasi (JPT), multimoda, pergudangan, distribusi, ekspedisi, hingga rantai pasok yang tersebar di berbagai daerah.

Selain menjadi wadah solidaritas, koperasi ini juga menyiapkan berbagai program kesejahteraan seperti layanan simpan pinjam, bantuan pendidikan, dana sosial, kepemilikan rumah dan kendaraan, layanan kesehatan, hingga pengembangan usaha produktif bagi anggota.

Pengurus Koperasi Karyawan Forwarder Indonesia, Nurul Yuliana, mengatakan salah satu fokus utama koperasi adalah meningkatkan kompetensi pekerja melalui pelatihan dan sertifikasi profesi yang selama ini masih minim dimiliki pekerja logistik.

"Kemungkinan nanti salah satu program kita adalah penyediaan sertifikasi untuk karyawan-karyawan forwarder. Hal ini sangat urgent dan sangat dibutuhkan," ujar Nurul.

Menurutnya, sertifikasi kompetensi menjadi penting karena berkaitan langsung dengan perlindungan pekerja, termasuk dalam hal klaim asuransi ketika terjadi kecelakaan kerja.

Tak hanya itu, Koperasi Karyawan Forwarder Indonesia juga menyiapkan bantuan hukum dan advokasi bagi anggota yang menghadapi persoalan di lapangan, termasuk dugaan pungutan liar dalam proses logistik maupun persoalan ketenagakerjaan lainnya.

"Bila terjadi kasus atau masalah yang terjadi di lapangan dari anggota-anggota kita, tentunya kita juga menyediakan lawyer untuk membantu mereka dalam mengadvokasi dan menyelesaikan masalah yang terjadi," pungkas Nurul.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya