Berita

(Foto: Dok. BRI)

Bisnis

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

JUMAT, 19 JUNI 2026 | 21:04 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya dalam mendorong kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program pendampingan, peningkatan kapasitas usaha, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas. 

Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat dukungan tersebut adalah IDEacraft, UMKM dekorasi rumah asal Kota Semarang, Jawa Tengah, yang berdiri sejak 2019 dan kini memasarkan produknya melalui media sosial, galeri hotel, dan rest area di Jawa Tengah.

Pemilik IDEacraft Swabawa Arif Wicaksono menuturkan bahwa usahanya lahir dari keinginannya menghadirkan produk dekorasi rumah yang unik dan bernilai jual. Ketertarikannya pada dunia seni kemudian menjadi awal perjalanan IDEacraft dalam menghasilkan berbagai produk dekorasi rumah yang memadukan unsur estetika dan fungsi.


Ide membuat usaha IDEacraft berawal dari hobi melukis dan melihat peluang untuk menciptakan produk dekorasi rumah yang cantik, unik, dan bernilai jual. 

Usaha ini dimulai dengan modal sekitar Rp300.000 dan sebuah alat untuk membuat lilin. Dari penjualan produk awal tersebut, keuntungan yang diperoleh terus diputar kembali sebagai modal usaha selama kurang lebih empat tahun,” ujar Swabawa.

Seiring berjalannya waktu, IDEacraft terus mengembangkan ragam produknya, mulai dari lampu teko, teko lukis batik, toples kue, hingga botol handsoap yang menjadi produk paling diminati pelanggan. 

Dengan mengedepankan desain yang unik, bernilai estetika tinggi, serta tetap kompetitif dari sisi harga, produk IDEacraft kini menjangkau pasar di berbagai wilayah Jawa Tengah. Pada 2022, usaha tersebut juga mulai memperluas jejaring pemasaran melalui komunitas UMKM lokal.

Dalam perjalanan mengembangkan usaha, Swabawa kemudian bergabung dengan Rumah BUMN BRI. Berbagai program yang dihadirkan membantu IDEacraft memperkuat kapasitas usaha sekaligus membuka peluang pengembangan pasar yang lebih luas.

“Saya memutuskan untuk bergabung karena Rumah BUMN BRI menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung pengembangan usaha, mulai dari pelatihan, program kurasi melalui BRIncubator, akses pasar melalui galeri Rumah BUMN dan UMKM EXPO(RT), hingga dukungan untuk menghubungkan dengan layanan keuangan seperti BRImo, EDC, QRIS, serta akses pembiayaan KUR maupun kredit komersial,” kata Swabama.

Swabawa menilai pelatihan branding dan digital marketing menjadi program yang paling membantu dalam mengembangkan usahanya. Selain itu, kurasi produk melalui BRIncubator serta kesempatan mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) turut meningkatkan eksposur produk kepada calon pembeli yang lebih beragam. 

Untuk mendukung operasional usaha, IDEacraft juga memanfaatkan layanan BRImo, QRIS BRI, dan merchant BRI. Kehadiran layanan tersebut memberikan kemudahan transaksi, notifikasi pembayaran secara real-time, serta pencairan dana hasil transaksi yang cepat dan praktis.

Hingga akhir Maret 2026, BRI telah membina 54 Rumah BUMN di berbagai wilayah Indonesia dan menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM. 

Melalui ekosistem pemberdayaan yang terintegrasi, Rumah BUMN BRI terus membuka akses pembelajaran, memperluas jejaring usaha, dan menciptakan peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa perjalanan IDEacraft menunjukkan bagaimana kreativitas yang dikembangkan secara konsisten dapat menjadi peluang usaha yang bernilai ekonomi. 

Menurutnya, kemampuan menghadirkan produk yang unik serta konsistensi dalam meningkatkan kapasitas usaha menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM.

“IDEacraft menunjukkan bahwa kreativitas yang dipadukan dengan ketekunan dapat menghasilkan produk yang unik dan memiliki nilai tambah,” kata Dhanny dalam keterangan tertulis, Jumat 19 Juni 2026.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya