Berita

Ilustrasi (Sumber: Situs MCSI)

Bisnis

Indonesia Tetap Berstatus Emerging Market dalam Tinjauan MSCI 2026

JUMAT, 19 JUNI 2026 | 09:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Indonesia berhasil mempertahankan statusnya sebagai Pasar Berkembang (Emerging Market), berdasarkan hasil tinjauan tahunan Global Market Accessibility Review 2026 yang dirilis Kamis MSCI pada Kamis 18 Juni 2026. 

Atas dasar itu, Indonesia terhindar dari penurunan kasta menjadi Frontier Market. Keputusan ini sangat krusial karena status tersebut menjadi acuan utama investor institusi global dalam mengalokasikan dana mereka.

MSCI mengevaluasi aksesibilitas pasar berdasarkan 5 kriteria utama. Berikut adalah rincian penilaian untuk Indonesia:


Keterbukaan Kepemilikan Asing mendapat nilai tertinggi (++) untuk batas kepemilikan dan kualifikasi investor, namun kesetaraan hak investor asing masih perlu penyempurnaan (+).

Arus Masuk/Keluar Modal sngat baik (++) dalam hal minimnya pembatasan arus modal, tetapi liberalisasi pasar valuta asing (valas) dinilai masih kurang (-).

Dalam Efisiensi Operasional dan Organisasi Pasar, menunjukkan proses registrasi, pembukaan rekening, dan regulasi pasar meraih nilai tertinggi (++). Namun, aspek arus informasi dinilai masih menjadi tantangan (-).

Untuk Infrastruktur Pasar, disebutkan bahwa layanan kustodian, registrasi efek, perdagangan, dan instrumen investasi mendapat nilai maksimal (++). Sementara sistem kliring, transferabilitas saham, stock lending, dan short selling dinilai cukup baik (+).

Kerangka Kelembagaan: Stabilitas kelembagaan dinilai sudah berada pada level yang baik (+).

Tinjauan tahunan MSCI ini berfungsi sebagai indikator bagi investor global sekaligus masukan bagi otoritas domestik untuk memperbaiki area yang belum memenuhi standar internasional. 

Selanjutnya, hasil akhir dari MSCI 2026 Annual Market Classification Review akan diumumkan pada 23 Juni 2026.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya