Berita

Mentan Andi Amran Sulaiman (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Pemerintah Siapkan 870 Ribu Hektare Perkebunan Rakyat

JUMAT, 19 JUNI 2026 | 09:23 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah menyiapkan program pengembangan perkebunan rakyat seluas 870 ribu hektare sebagai bagian dari strategi percepatan hilirisasi sektor pertanian dan perkebunan nasional. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah bersama BUMN pangan tengah mempercepat pengembangan komoditas perkebunan strategis yang mencakup kakao, kopi, kelapa, dan tebu. 

Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda hilirisasi yang akan terus dijalankan hingga 2027.


"Kami bersama teman-teman semua, bersama BUMN pangan, kita melakukan akselerasi. Akselerasi hilirisasi dan tanam. Tanam kakao, kopi, kelapa, dan tebu," ujar Amran di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip Jumat, 19 Juni 2026. 

Menurut Amran, lahan yang disiapkan untuk program perkebunan rakyat mencapai 870 ribu hektare dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di seluruh kabupaten di Papua. 

Program tersebut diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian dan perkebunan di daerah.

"Total luasan untuk petani itu adalah 870 ribu hektare, termasuk tanah Papua, seluruh kabupaten di Papua," kata dia. 

Selain memperluas areal tanam, pemerintah juga terus mengucurkan dukungan kepada petani melalui bantuan alat dan mesin pertanian, pembangunan serta perluasan lahan sawah, hingga program cetak sawah baru yang diusulkan sejumlah pemerintah daerah. 

Pada saat yang sama, pembangunan industri hilirisasi juga dipercepat, termasuk pengembangan pabrik pengolahan kelapa di Maluku Utara, Morowali, dan Indragiri Hilir.

"Selanjutnya hilirisasi kita kejar. Hilirisasi kelapa, pabriknya sudah terbangun di Maluku Utara satu, Insyaallah tahun ini mudah-mudahan selesai dua, kemudian di Morowali satu, dan Indragiri Hilir," jelasnya. 

Amran menambahkan, program perkebunan rakyat seluas 870 ribu hektare tersebut akan diberikan kepada petani dalam bentuk hibah dan diyakini mampu menciptakan peluang kerja baru di sektor pertanian dan perkebunan. 

"Insyaallah perkebunan, sektor perkebunan yang tadi 870 ribu hektare itu untuk rakyat seluruh Indonesia, untuk petani kita. Itu hibah dan menciptakan lapangan kerja baru," pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya