Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Kospi Cetak Rekor Lagi Berkat Lonjakan Saham Teknologi

JUMAT, 19 JUNI 2026 | 08:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Asia-Pasifik bergerak beragam pada perdagangan Jumat, 19 Juni 2026.

Perhatian investor hari ini tertuju pada Korea Selatan yang kembali mencetak rekor tertinggi, didorong oleh penguatan saham raksasa teknologi seperti Samsung Electronics dan SK Hynix yang menyentuh level tertinggi sepanjang masa.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati perkembangan kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Investor masih menunggu kepastian mengenai implementasi perjanjian tersebut karena dinilai dapat memengaruhi stabilitas ekonomi dan pasar global.


Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 2,8 persen setelah sehari sebelumnya berhasil menembus level 9.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Namun, indeks Kosdaq yang berisi saham-saham perusahaan berkapitalisasi kecil justru turun 0,39 persen.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 dibuka menguat 0,6 persen setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan Kamis. Sementara itu, indeks Topix bergerak relatif datar.

Sementara itu, pasar saham Australia bergerak melemah. Indeks S&P/ASX 200 turun 0,74 persen.

Adapun bursa saham di China, Hong Kong, dan Taiwan tidak beroperasi karena libur nasional.

Selain memantau pergerakan saham, investor juga mengikuti perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran. Wakil Presiden AS, JD Vance, menegaskan bahwa bantuan ekonomi kepada Teheran hanya akan diberikan jika Iran sepenuhnya mematuhi seluruh ketentuan dalam kesepakatan yang telah disepakati.

"Amerika Serikat tidak akan memberikan sepeser pun uang kepada Iran. Satu-satunya cara Iran mendapatkan sumber daya tersebut adalah jika mereka sepenuhnya mematuhi ketentuan perjanjian," kata Vance.

Di pihak Iran, Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa dirinya menyetujui memorandum kesepakatan tersebut setelah menerima jaminan bahwa hak-hak Iran dan kelompok yang disebut sebagai "front perlawanan" tetap dilindungi.

Sementara itu, data ekonomi Jepang menunjukkan inflasi inti tetap berada di level 1,4 persen pada Mei 2026, sesuai dengan perkiraan pasar dan tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya.

Inflasi utama Jepang naik tipis menjadi 1,5 persen dari sebelumnya 1,4 persen. Adapun inflasi inti yang tidak memasukkan komponen harga makanan segar dan energi justru turun menjadi 1,8 persen dari 1,9 persen pada April.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya