Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Emas Tertekan Prospek Suku Bunga Tinggi, Perak hingga Paladium Ikut Melemah

JUMAT, 19 JUNI 2026 | 07:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia kembali melemah pada penutupan perdagangan Kamis 18 Juni 2026 seiring menguatnya Dolar Amerika Serikat dan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve (The Fed). 

Meredanya ketegangan geopolitik setelah tercapainya kesepakatan sementara antara AS dan Iran turut menambah tekanan bagi logam mulia tersebut.

Harga emas spot turun 0,8 persen menjadi 4.225,39 Dolar AS per ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak November 2025 pada pekan lalu. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup merosot 3,1 persen menjadi 4.245,90 Dolar AS per ons.


Wakil Presiden Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan pelemahan emas dipicu oleh perubahan sikap The Fed yang dinilai semakin hawkish. Sikap tersebut mendorong indeks dolar AS (DXY) menguat hingga mencapai level tertinggi dalam setahun terakhir, sehingga membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Meski mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan terbaru, The Fed mengindikasikan masih terbuka peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Berdasarkan FedWatch Tool CME Group, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 85 persen, naik dari 61 persen sebelum keputusan The Fed diumumkan.

Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung kurang diminati saat suku bunga tinggi karena investor beralih ke instrumen yang menawarkan pengembalian lebih menarik.

Sentimen negatif terhadap emas juga datang dari perkembangan geopolitik. Amerika Serikat dan Iran menandatangani perjanjian sementara untuk mengakhiri konflik, yang mendorong penurunan harga minyak dan meredakan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi global. Harga minyak Brent turun ke level terendah sejak awal Maret, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga menyentuh posisi terendah dalam lebih dari tiga bulan.

Logam mulia lainnya turut melemah. Harga perak spot turun 3 persen menjadi 65,96 Dolar AS per ons, platinum terkoreksi 1,9 persen ke 1.703,94 Dolar AS per ons, dan paladium merosot 2,2 persen menjadi 1.285,96 Dolar AS per ons.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya