Berita

Direktur Eksekutif Perencanaan Strategis, Penganggaran, dan Riset Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Ridwan Nasution. (Foto: Dok PKB)

Bisnis

Pelemahan Rupiah Tak Sampai Ganggu Fondasi Sistem Perbankan Nasional

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 16:35 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Fluktuasi nilai tukar rupiah yang sempat tertekan akibat dinamika ekonomi global dipastikan tidak menggoyahkan stabilitas sistem perbankan nasional. 

Direktur Eksekutif Perencanaan Strategis, Penganggaran, dan Riset Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Ridwan Nasution mengatakan, sektor keuangan domestik tetap kokoh karena ditopang oleh likuiditas yang sehat serta pengawasan terintegrasi antar-otoritas keuangan.

"Fluktuasi nilai tukar merupakan bagian dari dinamika ekonomi global yang harus disikapi secara hati-hati. Yang terpenting adalah memastikan sistem perbankan tetap sehat, likuiditas terjaga, dan kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan tetap kuat," ujarnya dalam Diskusi Publik Fraksi PKB DPR RI, di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.


Selain dihadiri Ridwan Nasution diskusi bertajuk Rupiah Melemah Ancam Stabilitas Ekonomi dan Perbankan : Menakar Kesiapan BI dan LPS hadir juga Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB Tommy Kurniawan dan Peneliti Senior INDEF Tauhid Ahmad.

Ridwan menjelaskan bahwa pasar keuangan dalam negeri kini justru mulai menunjukkan sinyal pemulihan seiring meredanya tensi geopolitik dunia pasca-kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran. 

Dampak positifnya, harga minyak dunia jatuh ke bawah USD80 per barel, yield Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun melandai ke bawah 7 persen, dan rupiah mulai menguat ke kisaran Rp17.750 per dolar AS. 

“Meskipun demikian kita tetap harus waspada dengan perkembangan ke depan sampai situasi benar-benar stabil,” ujarnya.

Guna membentengi perbankan dari risiko ketidakpastian, Ridwan memaparkan empat langkah strategis yang konsisten berjalan. 

Pertama, LPS rutin mengevaluasi Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) agar perbankan tidak terjebak dalam perang tarif suku bunga (price war) yang berisiko merusak likuiditas. Kedua, memperkuat deteksi dini risiko (early warning system) bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

"TBP menjadi instrumen penting agar bank tidak terjebak dalam persaingan suku bunga yang berlebihan. Koordinasi antarotoritas terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diidentifikasi dan ditangani lebih cepat," jelasnya.

Langkah ketiga adalah menjaga kecukupan likuiditas internal melalui pengelolaan dana penjaminan secara aman (prudent), di mana seluruh investasi LPS ditempatkan pada instrumen SBN. 

Terakhir, LPS gencar memperluas program literasi keuangan seperti Financial Festival untuk mengedukasi masyarakat mengenai keamanan dana mereka di bank.

Ridwan menegaskan LPS memiliki bantalan pendanaan yang sangat solid, mulai dari fasilitas repo dengan Bank Indonesia, penerbitan surat utang, hingga opsi pinjaman pemerintah jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam kondisi darurat.

"Dengan dukungan sumber daya manusia yang terus diperkuat, kecukupan dana penjaminan, serta koordinasi yang erat bersama KSSK, LPS siap menjalankan mandatnya menjaga stabilitas sistem keuangan nasional dan melindungi simpanan masyarakat," pungkas Ridwan.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya