Berita

Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). (Foto: Istimewa)

Bisnis

Koperasi Merah Putih Bukan Pesaing Ritel Modern tapi Mitra Ekonomi Rakyat

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 07:42 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kehadiran Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) tidak untuk bersaing dengan pelaku usaha ritel modern maupun platform perdagangan daring, melainkan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang saling mendukung dan memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat kelurahan.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Olanson Girsang mengatakan, pembentukan KKMP merupakan kebijakan nasional sekaligus kebijakan daerah yang bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui mekanisme ekonomi kolektif.

Ia menyampaikan, KKMP bukan hanya entitas administratif, melainkan instrumen pemberdayaan masyarakat untuk menggerakkan ekonomi lokal, memperluas kesempatan usaha, dan memperkuat stabilitas sosial ekonomi di setiap wilayah.


“Kami memahami bahwa keberhasilan KKMP tidak hanya ditentukan oleh legalitas kelembagaannya, tetapi terutama oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya,” ujarnya, pada pembukaan Pelatihan Koperasi Kelurahan Merah Putih bagi Pengurus dan Pengawas KKMP di Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Juni 2026.

KKMP memiliki posisi yang berbeda dengan bisnis ritel modern. Menurutnya, koperasi tersebut justru dapat berkolaborasi dengan pelaku usaha besar melalui peran sebagai bagian dari rantai pasok maupun sebagai penyalur produk pelaku usaha kecil dan menengah.

“KKMP ini juga punya dua peran. Pertama sebagai supply chain. Jadi dari industri yang besar atau perusahaan besar, dia bisa menyalurkan, dia bisa menjadi distributor. Yang kedua, dia bisa menjadi off-taker. Off-taker itu pelaku-pelaku usaha kecil, UMKM itu bisa menjual barangnya melalui KKMP,” tutur Olanson.

KKMP merupakan bentuk ekonomi rakyat yang bertumpu pada partisipasi dan modal masyarakat setempat. Modal koperasi berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota yang seluruhnya merupakan warga di wilayah kelurahan tempat koperasi tersebut berdiri.

“KKMP ini merupakan ekonomi rakyat yang sesungguhnya. Anggota itu asli masyarakat yang berada di kelurahan tersebut. Jadi KKMP ini adalah bentuk asli ekonomi dari masyarakat, untuk masyarakat, oleh masyarakat,” jelasnya.

Terkait masih adanya keraguan sebagian masyarakat terhadap koperasi, Olanson mengajak warga untuk melihat koperasi sebagai model ekonomi yang telah lama menjadi bagian dari sistem perekonomian Indonesia.

Ia menilai keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan KKMP, dimulai dengan menjadi anggota koperasi hingga berpartisipasi dalam kepengurusan dan pengawasan.

“Masyarakat harus menyadari bahwa ini bentuk koperasi bukan bentuk yang baru. Koperasi sudah menjadi model perekonomian Indonesia sejak Indonesia Merdeka. Saatnya sekarang kita berusaha membenahi lagi bagaimana masyarakat bisa ikut serta berperan aktif. Dengan mendaftar jadi anggota koperasi, kemudian dia bisa menjadi pengurus atau pengawas,” katanya.

Ia juga menekankan KKMP memiliki mekanisme pengawasan yang melibatkan lurah sebagai Ketua Pengawas secara ex officio. Menurutnya, peran tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan koperasi dapat berjalan secara sehat, transparan, dan sesuai dengan tujuan pembentukannya.

“Koperasi Merah Putih ini ketua pengawasnya dijabat oleh ex officio Pak Lurah di DKI Jakarta. Sehingga Pak Lurah juga memiliki peran yang penting untuk bisa menjaga dan mengawasi koperasi ini bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya