Berita

Kolase bendera Iran-AS-Israel. (Foto: Istimewa)

Dunia

Israel Jangan Rusak Perjanjian Damai Iran-AS

SENIN, 15 JUNI 2026 | 10:47 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang yang selama ini menimbulkan ketegangan di kawasan Timur Tengah disambut baik Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh.

Kesepakatan yang dicapai pada Senin, 15 Juni 2026, juga menandai berakhirnya blokade militer Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Oleh Soleh menegaskan bahwa seluruh pihak harus mendukung penuh kesepakatan penghentian perang tersebut demi menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.


“Amerika Serikat dan Iran harus sama-sama berkomitmen menjaga perdamaian. Tidak boleh ada lagi peperangan di antara kedua negara. Kesepakatan damai ini harus dihormati dan dijaga oleh semua pihak,” ujar Oleh Soleh.

Menurutnya, negara-negara yang memiliki keterkaitan dengan konflik tersebut juga harus menunjukkan komitmen yang sama untuk mendukung perdamaian. Oleh Soleh secara khusus mengingatkan agar Israel sebagai sekutu Amerika Serikat tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kembali konflik.

“Israel yang menjadi sekutu Amerika juga tidak boleh menyerang Iran. Langkah dan taktik Israel harus diwaspadai. Jangan sampai Israel merusak perjanjian damai itu dengan melakukan serangan lagi ke wilayah Iran,” katanya.

Oleh Soleh menilai, selama ini Israel kerap mengingkari berbagai kesepakatan yang telah dibuat. Karena itu, pengawasan terhadap implementasi perjanjian damai harus dilakukan secara serius oleh komunitas internasional.

“Jika dalam masa damai ini Israel ternyata melakukan serangan, maka Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus bertindak tegas dan memberikan sanksi kepada Israel. Tidak boleh ada negara mana pun yang merusak perjanjian damai antara Iran dan Amerika Serikat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Oleh Soleh meminta Pemerintah Indonesia untuk mendukung penuh upaya perdamaian tersebut sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga ketertiban dan perdamaian dunia.

“Kita berharap Pemerintah Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap perjanjian damai ini dan terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi,” ujarnya.

Oleh Soleh juga berharap kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran dapat memberikan dampak positif bagi kondisi global, khususnya terhadap stabilitas ekonomi dunia.

“Perjanjian damai ini diharapkan membawa dampak positif bagi dunia internasional. Dengan situasi yang lebih kondusif, harga minyak dunia dapat kembali stabil, begitu juga harga berbagai kebutuhan pokok dan barang-barang lainnya. Pada akhirnya, masyarakat dunia akan merasakan manfaat dari terciptanya perdamaian tersebut,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya