Berita

Presiden AS Donald Trump batalkan rencana serangan ke Iran (Unggahan akun Truth Social @realDonaldTrump)

Dunia

Trump Berubah Haluan Lagi, Serangan ke Iran Dibatalkan di Menit Terakhir

JUMAT, 12 JUNI 2026 | 07:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam 11 Juni 2026 waktu setempat.

Keputusan tersebut diambil setelah Trump mengklaim adanya kemajuan signifikan dalam pembicaraan dengan Teheran guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

"Berdasarkan fakta bahwa diskusi dengan Republik Islam Iran telah dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan telah disetujui, saya sebagai Presiden Amerika Serikat membatalkan serangan dan pemboman yang dijadwalkan terhadap Iran malam ini," tulis Trump melalui Truth Social, dikutip Jumat 12 Juni 2026. 


Keputusan itu cukup mengejutkan karena hanya beberapa jam sebelumnya Trump masih melontarkan ancaman akan menyerang Iran dengan "sangat keras". 

Ia bahkan memperingatkan bahwa Washington tengah mempertimbangkan langkah untuk menguasai Pulau Kharg, yang merupakan pusat ekspor minyak utama Iran.

Dalam unggahan yang sama, Trump menyebut kesepakatan untuk mengakhiri perang telah memperoleh dukungan dari sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Israel, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Turki, Pakistan, Bahrain, Kuwait, Yordania, dan Mesir.

Namun, Trump tidak memasukkan Iran ke dalam daftar pihak yang telah menyetujui kesepakatan tersebut. Hingga Kamis malam waktu setempat, pemerintah Iran juga belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim tersebut.

Saat berbicara di Gedung Putih, Trump menyatakan keyakinannya bahwa Iran telah menyetujui nota kesepahaman dengan Amerika Serikat. Menurutnya, perjanjian itu dapat dirampungkan dalam beberapa hari ke depan dan kemungkinan akan ditandatangani oleh Wakil Presiden JD Vance dalam sebuah pertemuan di Eropa.

Meski membatalkan serangan militer, Trump menegaskan tekanan terhadap Iran belum akan dihentikan. Blokade angkatan laut Amerika Serikat tetap diberlakukan hingga perjanjian resmi ditandatangani oleh kedua pihak.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya