Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan di balik padatnya agenda kunjungan luar negeri yang belakangan kerap menjadi sorotan publik.
Menurutnya, intensitas diplomasi tersebut tidak terlepas dari posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan banyak negara di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah.
"Kita sebagai negara yang disukai oleh banyak negara. Indonesia sekarang disukai indonesia dicari karena Indonesia dikenal tidak mau punya musuh," ujarnya di acara Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang digelar di Novotel, Bandar Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.
Prabowo menilai kritik terhadap frekuensi lawatan luar negerinya merupakan hal yang lumrah.
Dia bahkan menyinggung bahwa Presiden ke-7 RI Joko Widodo pernah mendapat kritik karena dinilai terlalu jarang melakukan kunjungan ke luar negeri, sementara dirinya kini dipersoalkan karena dianggap terlalu sering bepergian ke berbagai negara.
"Pak Jokowi yang jarang keluar negeri disalahkan ya kan? Jokowi gak pernah ke luar negeri. Jokowi tidak perduli politik luar negeri. Saya sering keluar negeri Prabowo sering keluar negeri, aneh. Sebetulnya gada masalah gitu, bener ga?" kata dia.
Prabowo menjelaskan, banyaknya undangan dari para pemimpin dunia membuat dirinya harus aktif melakukan kunjungan luar negeri.
"Sekarang kalau ada negara super power katakanlah Presiden trump, mengundang saya ke Amerika, berani saya gak datang? Hah? Kalau presiden Amerika Serikat ngundang dan presiden indonesia nggak hadir, hah, coba aja. Jadi saudara-saudara, sudah Presiden Amerika undang, Presiden russia undang juga. Gue nongol di Washington, gue gak nongol di Moscow. Gabisa saudara-saudara," tegasnya.
Prabowo juga mengungkapkan dalam beberapa hari terakhir dirinya menerima sedikitnya 18 duta besar negara sahabat yang menyampaikan undangan resmi dari presiden maupun perdana menteri masing-masing negara.
"Saya menerima 18 dubes, hampir semuanya menyampaikan undangan dari presiden dan perdana menteri masing-masing kami berharap presiden indonesia dapat berkunjung ke negara kami. Bayangkan 18 negara itu, terbangnya udah klenger aku," pungkasnya.