Berita

lustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Sawit Turun Dinilai Tak Wajar, Pemerintah Targetkan TBS Naik 10 Persen

SELASA, 09 JUNI 2026 | 07:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah melonjaknya nilai tukar Dolar AS yang kini menembus kisaran Rp18.000, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di dalam negeri justru menunjukkan tren sebaliknya. 

Kondisi ini dinilai sebagai sebuah anomali besar yang tidak masuk akal secara hukum pasar.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, dengan pelemahan Rupiah yang mencapai sekitar 10 persen, harga TBS sawit semestinya melonjak naik, bukan malah merosot. 


Untuk membahas persoalan tersebut, Kementerian Pertanian menggelar rapat bersama asosiasi pelaku usaha, perwakilan petani sawit, Satgas Pangan Polri, serta jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus dari 25 provinsi. 

Hasil pertemuan menyepakati bahwa harga TBS tidak boleh kembali turun dan harus dipulihkan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Alhamdulillah hari ini sepakat tidak ada lagi harga yang turun. Harus naik seperti kondisi semula. Bahkan bila perlu itu naik lebih tinggi," kata Mentan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 8 Juni 2026. 

Amran menilai penguatan Dolar AS hingga berada di kisaran Rp18.000 seharusnya memberikan dampak positif terhadap harga komoditas perkebunan, termasuk kelapa sawit. Dengan selisih nilai tukar yang mencapai sekitar 10 persen, harga TBS dinilai layak mengalami kenaikan.

"Ini ada anomali di saat ini harga harusnya naik bukan turun. Kenapa? Karena nilai Dolar selisih 10 persen. Ya harus naik. Tidak ada alasan turun," ujarnya.

Menurut Amran, masih terdapat sekitar 300 perusahaan yang belum menyesuaikan harga pembelian TBS. Pemerintah akan meminta klarifikasi dari perusahaan-perusahaan tersebut guna memastikan penyebab belum pulihnya harga di tingkat petani.

Dari sekitar 1.900 perusahaan sawit yang beroperasi di Indonesia, sebagian besar disebut telah mulai melakukan penyesuaian harga. Pemerintah berharap momentum penguatan ekspor dapat memberikan manfaat langsung kepada petani.

"Bahkan harusnya naik 10 persen daripada harga sebelumnya karena ada selisih nilai Dolar sekarang 18.000," tuturnya.

Amran menegaskan harga TBS di setiap daerah harus mengacu pada ketentuan pemerintah daerah yang ditetapkan melalui peraturan gubernur. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp3.200 hingga Rp3.600 per kilogram, menurutnya, harus kembali mengikuti standar yang berlaku di masing-masing wilayah.

"Kalau 3.200 harusnya tetap 3.200. Ada 3.600 kembali ke 3.600 berdasarkan wilayah. Tapi harus mengikuti pergub, peraturan gubernur," katanya.

Pemerintah mencatat pemulihan harga mulai terlihat di sejumlah daerah. Berdasarkan laporan yang diterima dalam rapat, sekitar 70 persen harga TBS telah berangsur pulih dan ditargetkan kembali normal dalam waktu dekat.

"Alhamdulillah tadi laporan sudah 70 persen berangsur-angsur pulih. Mulai hari ini harus kembali 100 persen dan bila perlu tambah 10 persen dari harga sebelumnya karena nilai dolar," ujar Amran.

Langkah ini, lanjutnya, merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar manfaat penguatan ekspor dan nilai tukar dapat dirasakan langsung oleh jutaan petani sawit di seluruh Indonesia.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya