Berita

Suasana Mubes V Kosgoro 1957 tahun 2026 di Hotel Merlynn Park, Gambir, Jakarta Pusat. (Foto: Dok. PDK Kosgoro 1957 Papua Selatan)

Politik

Ditolak Daerah, Mubes V Kosgoro 1957 Dianggap Cacat Prosedur

MINGGU, 07 JUNI 2026 | 17:32 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Gelombang penolakan keras menghantam pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957. Forum tertinggi organisasi tersebut dinilai telah mencederai aturan main, tidak demokratis, dan terkesan dipaksakan demi memenangkan salah satu calon tertentu.

Nada penolakan yang sangat keras salah satunya datang dari wilayah Timur Indonesia. Hari Bariono selaku Ketua PDK Kosgoro 1957 Papua Selatan secara terbuka menyatakan mosi tidak percaya dan menolak mentah-mentah hasil mubes.

"Banyak mekanisme organisasi yang tidak dijalankan dalam Mubes V kali ini. Semuanya serba pemaksaan kehendak. Kami di daerah merasa sangat dirugikan dengan cara-cara yang tidak sehat ini. Oleh karena itu, kami menyatakan menolak keras Mubes V Kosgoro 1957 tahun 2026," tegas Hari Bariono dikutip pada Minggu, 7 Juni 2026.


Tak hanya dari Papua, penolakan tegas juga disuarakan oleh Andra Vitri, Ketua PDK Kosgoro 1957 Kalimantan Utara (Kaltara). Pihak daerah mencium adanya skenario yang dipaksakan dan tidak sesuai dengan jadwal serta mekanisme yang seharusnya diterima oleh pengurus daerah.

Menurut Andra, agenda yang berjalan di forum sudah keluar dari jadwal resmi yang diterima daerah. Ada beberapa poin krusial yang seolah-olah dipaksakan demi memenangkan figur Sari Yuliati.

"Kondisi di forum bahkan sempat memanas hingga Pak Agung Laksono selaku tokoh senior turun tangan dan menyatakan bahwa sidang harus di-skors untuk menenangkan situasi," ujar Andra Vitri.

Melihat banyaknya kejanggalan, pelanggaran mekanisme, serta tidak adanya transparansi dalam proses persidangan, sejumlah pengurus daerah akhirnya sepakat menyatakan sikap bersama yang solid.

Mereka menyatakan menolak secara total pelaksanaan dan seluruh hasil dari Mubes V Kosgoro 1957 yang digelar pada tahun 2026 ini.

Selain itu, sejumlah PDK juga mengecam tindakan pemaksaan kehendak dan manipulasi jadwal serta prosedur sidang yang dinilai telah mencederai nilai-nilai demokrasi di internal Kosgoro 1957.

Mereka mendesak Dewan Kehormatan dan Majelis Pertimbangan Organisasi untuk segera turun tangan menyelamatkan marwah organisasi dari kepentingan oligarki kelompok tertentu.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya