Berita

Mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Mantan Menkeu Wanti-wanti Prabowo Permainan Nilai Tukar Rupiah-Dolar oleh Oligarki

MINGGU, 07 JUNI 2026 | 14:13 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Nilai tukar Rupiah (Rp) terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) yang melemah, direspon mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Fuad Bawazier, saat menjadi pembicara di Majelis Sabtu di Kantor KBPII Jalan Sambas Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu kemarin, 6 Juni 2026.  

Dia menyinggung soal krisis ekonomi era reformasi diduga karena permainan kurs Rupiah, hingga kelompok oligarki yang disebut masih memengaruhi arah kebijakan ekonomi nasional hingga di era Presiden Prabowo Subianto sekarang ini.

Berkaca dari gejolak ekonomi menjelang jatuhnya Presiden ke-2 RI Soeharto, menurutnya tidak bisa dilepaskan dari tekanan lembaga internasional dan kebijakan suku bunga tinggi yang disebut membuat sektor perbankan lumpuh.


"Bunganya ditinggikan, bank makin sekarat. Orang sudah nggak bisa bayar. Proyek berhenti, pengangguran jadi,” kata Fuad dikutip melalui siaran ulang di YouTube, Minggu, 7 Juni 2026.

Sementara, lanjut Fuad memaparkan, pada era Presiden ke-3 RI Baharuddin Jusuf (B.J.) Habibie, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar yang kembali tinggi adalah sesuatu yang menurutnya terjadi setelah tujuan politik tertentu tercapai.

“Setelah tujuan menjatuhkan tercapai, Rupiah dikuatkan lagi,” sambungnya menegaskan.

Dia memandang, ada permainan besar terhadap stabilitas mata uang rupiah terhadap dollar, yang diduga oleh kelompok elite ekonomi atau oligarki, dengan tujuan mempertahankan pengaruh terhadap pemerintahan.

Namun, Fuad meyakini pemerintahan Presiden Prabowo akan berupaya terus melakukan pembenahan ekonomi, agar tidak menghadapi resistensi ekonomi yang terjadi pada era Reformasi di tahun 1998.

“Kalau berhasil (melakukan pembenahan ekonomi), ini ancaman buat mereka (oligarki). Sebaliknya, kalau mereka berhasil menggoyang Rupiah, ini bahaya untuk Prabowo” tuturnya.

Lebih lanjut, Fuad mencontohkan stabilitas mata uang Arab Saudi yang menurutnya ditopang oleh arus devisa ekspor yang terkonsolidasi. Dari situ, ia mengusulkan agar hasil ekspor Indonesia lebih besar masuk ke sistem nasional agar cadangan dolar meningkat.

Kemdati begitu, ia mengkritik tata kelola sumber daya alam Indonesia yang masih carut marut. Karena dia mendapati, sebagian hasil ekspor komoditas tidak tercatat penuh di dalam negeri, melalui praktik transfer harga atau penjualan lewat negara ketiga.

"Padahal kekayaan alam ini harus dikuasai negara sesuai Pasal 33 (UUD 1945),” demikian Fuad menambahkan.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya