Berita

Representative Image (Foto: Ai)

Dunia

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

MINGGU, 07 JUNI 2026 | 09:58 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Iran meluncurkan serangan rudal balistik dan drone ke Bahrain serta Kuwait pada Sabtu waktu spat, 6 Juni 2026, hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat menyerang fasilitas radar pengawasan pantai Iran. 

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa AS menyerang fasilitas pengawasan di Pulau Qeshm dan wilayah dekat Sirik yang digunakan untuk melindungi perbatasan serta memastikan keamanan navigasi di perairan internasional.

Teheran menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang masih berlangsung.


Sementara itu, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengatakan pasukannya terlebih dahulu menembak jatuh empat drone serang Iran yang diluncurkan menuju Selat Hormuz. 

Setelah itu, AS menyerang lokasi radar pengawasan pantai Iran. Sebagai balasan, Garda Revolusi Iran menyatakan telah menyerang pangkalan musuh di daerah tersebut menggunakan rudal.

Menurut kantor berita resmi IRNA, sasaran Iran adalah Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait yang menjadi lokasi penempatan pasukan AS serta markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain. 

CENTCOM mengungkapkan Iran menembakkan tujuh rudal balistik ke arah Bahrain dan Kuwait. 

Enam rudal berhasil dicegat, sementara satu lainnya gagal mencapai sasaran. Militer AS menyebut tidak ada laporan korban di pihak personelnya.

Pemerintah Bahrain mengecam serangan tersebut sebagai agresi terang-terangan, sementara Kuwait menilainya mewakili eskalasi yang berbahaya.

Di ibu kota Bahrain, Manama, sejumlah ledakan terdengar bersamaan dengan sirene serangan udara. Di Kuwait, ledakan juga terdengar di sekitar bandara internasional yang sebelumnya menjadi sasaran serangan pada Rabu lalu dan menewaskan satu orang.

Ketegangan ini terjadi di tengah mandeknya upaya diplomatik untuk mengubah gencatan senjata menjadi kesepakatan damai permanen, setelah hampir 100 hari perang yang dipicu serangan AS dan Israel.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya