Berita

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

MINGGU, 07 JUNI 2026 | 08:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengapresiasi Koperasi Konsumen KANA Lautan Berkat yang membangun kemitraan dengan Koperasi Petani Tebu, Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri dan PT Indogula Jayabaya dalam mendukung penguatan industri gula nasional.

Hal tersebut dikatakan Menkop Ferry saat mengunjungi PT. Indogula Jayabaya di Jalan Kenikmatan, Area Persawahan, Banjaranyar, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu, 6 Juni 2026.

Menkop menyampaikan agar Koperasi Konsumen KANA maupun koperasi petani tebu bisa melibatkan keikutsertaan masyarakat petani tebu yang semakin banyak dan mempekerjakan para pekerja yang berasal dari daerah sekitar, dan diutamakan warga setempat. 


“Sehingga nanti manfaat pendapatan yang diterima bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan juga memperkuat ekonomi rakyat di daerah sekitar industri tersebut, dan juga di Kabupaten Kediri,” katanya

Ferry menjelaskan, kemitraan antara petani, koperasi, dan industri sangat penting karena sektor gula merupakan salah satu komoditas strategis yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan gula nasional. Produksi gula nasional tahun 2025 mencapai sekitar 2,67 juta ton, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 9,1 juta ton per tahun. 

Artinya, kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa peluang peningkatan produksi tebu dan gula nasional masih sangat besar sekaligus menjadi ruang bagi penguatan peran petani, koperasi, dan industri.

“Pemerintah telah menargetkan swasembada gula konsumsi pada tahun 2028, untuk mencapainya, diperlukan penguatan sektor hulu hingga hilir secara terintegrasi,” ujarnya.

Menkop menilai, tantangan utama petani tebu saat ini bukan hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperoleh kepastian pasar, kepastian penyerapan hasil panen, dan kepastian usaha yang menguntungkan. 

Dalam konteks tersebut, koperasi memiliki peran strategis sebagai offtaker yang menghimpun hasil panen petani, memperkuat posisi tawar anggota, dan menjamin kontinuitas pasokan bagi industri. 

Ferry memaparkan kemitraan yang dibangun oleh Koperasi KANA bersama Koperasi Petani Tebu dan PT Indogula Jayabaya merupakan contoh konkret bagaimana koperasi menjadi penghubung antara produksi rakyat dan kebutuhan industri nasional.

“Ke depan, koperasi tidak boleh hanya berfungsi sebagai pengumpul hasil panen, tetapi harus naik kelas menjadi pelaku usaha yang mampu menciptakan nilai tambah bagi anggotanya,” ujar Menkop.

Kementerian Koperasi mendorong koperasi-koperasi untuk kembali masuk ke sektor produktif. Karena itu, jika Koperasi KANA bisa menghasilkan gula putih atau merah bisa dijual di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. 

“Kemudian, nanti bisa bangun pabrik kecap dengan menggunakan bahan gula merah, nanti kecapnya bisa dijual di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Artinya kita bisa membangun ekosistem petani tebu," ungkap Ferry. 

Selain itu, Badan Layanan Umum (BLU) Kemenkop yaitu, LPDB juga akan membantu pembiayaan untuk pengembangan bisnis koperasi KANA.

"Selain itu, bahwa koperasi sekarang seperti yang diinginkan oleh Bapak Presiden, koperasi bisa menjadi badan usaha yang tidak kalah dengan badan usaha yang lainnya, tidak kalah dengan badan usaha swasta atau badan usaha milik negara,” tutupnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya