Berita

Ketua PDK Kosgoro 1957 Kalimantan Utara (Kaltara), Andra Vitri dan Ketua PDK Kosgoro 1957 Papua Selatan, Hari Bariono. (Foto: PDK Kosgoro 1957 Kaltara)

Politik

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

SABTU, 06 JUNI 2026 | 13:52 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Gelaran Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 yang tengah berlangsung memicu gejolak hebat di internal organisasi. Forum tertinggi tersebut menuai gelombang penolakan keras dari sejumlah Pengurus Daerah Kolektif (PDK) karena dinilai cacat prosedur dan dipaksakan.

Pelaksanaan Mubes V dianggap telah mencederai aturan main organisasi, tidak demokratis, serta terkesan diorkestrasi demi memenangkan salah satu calon tertentu.

Ketua PDK Kosgoro 1957 Kalimantan Utara (Kaltara), Andra Vitri secara tegas menyuarakan penolakannya. Menurutnya, ada skenario yang dipaksakan dan menyimpang dari jadwal serta mekanisme resmi yang seharusnya diterima pengurus daerah.


"Kami menolak pelaksanaan Mubes V ini karena agenda yang berjalan sudah tidak sesuai dengan jadwal resmi yang kami terima di daerah," ujar Andra Vitri dalam keterangannya, Sabtu, 6 Juni 2026.

Andra mengungkapkan, ada beberapa poin krusial yang sengaja dipaksakan demi memenangkan figur Sari Yuliati. Bahkan, tensi di dalam forum sempat memanas hingga memaksa tokoh senior turun tangan.

"Kondisi di forum bahkan sempat memanas hingga Pak Agung Laksono selaku tokoh senior turun tangan dan menyatakan bahwa sidang harus di-skors untuk menenangkan situasi," lanjutnya.

Senada dengan Kaltara, penolakan keras juga datang dari wilayah timur Indonesia. Ketua PDK Kosgoro 1957 Papua Selatan, Hari Bariono secara terbuka melayangkan mosi tidak percaya dan menolak hasil mubes yang dianggapnya cacat organisatoris.

"Banyak mekanisme organisasi yang tidak dijalankan dalam Mubes V kali ini. Semuanya serba pemaksaan kehendak. Kami di daerah merasa sangat dirugikan dengan cara-cara yang tidak sehat ini," tegas Hari.

Sejumlah PDK menegaskan bahwa Kosgoro 1957 adalah organisasi besar yang berasaskan pengabdian dan kerakyatan. Oleh karena itu, kepemimpinan yang lahir dari proses cacat prosedur tidak akan memiliki legitimasi sah di mata daerah.

Sebagai langkah penyelamatan, pihak daerah mendesak Pendiri Kosgoro 1957, Agung Laksono untuk segera mengambil alih roda organisasi. Mereka juga meminta agar segera dilaksanakan Mubes V lanjutan yang demokratis, konstitusional, dan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Dalam Mubes V PPK Kosgoro 1957 yang berlangsung di Hotel Merlyn Park, Jakarta Pusat, Sabtu dini hari, 6 Juni 2026, Sari Yuliati terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum periode 2026-2031.

Sari terpilih secara aklamasi usai menerima dukungan peserta yang terdiri dari unsur Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 seluruh Indonesia.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya