Berita

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Prof. Arif Satria. (Foto: YouTube UICI)

Bisnis

ICMI: Transformasi Ekonomi Harus Diiringi Transformasi Sosial

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 23:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Transformasi ekonomi yang tengah didorong pemerintah harus berjalan beriringan dengan transformasi sosial. Tujuannya, agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi, tetapi juga berkualitas dan berkeadilan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Prof. Arif Satria dalam webinar bertajuk 'Road To Rembuk Ekonomi Nasional', pada Jumat malam, 5 Juni 2026.

Arif mengatakan Indonesia memiliki target besar untuk menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor empat di dunia pada 2050. Untuk mencapai cita-cita tersebut, Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang stabil di kisaran 6-7 persen hingga 2045-2050.


"Karena tentu Indonesia punya mimpi besar untuk menjadi negara nomor empat di dunia tahun 2050 dan itu mensyaratkan pertumbuhan ekonomi sekitar 6-7 persen stabil sampai 2045-2050,” ujar Arif.

Menurut Arif, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus ditopang oleh sektor-sektor yang kuat dan resilien. Selain itu, kualitas pertumbuhan juga menjadi faktor penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

"Pertumbuhan yang kita harapkan tidak cukup banyak tinggi tapi juga pertumbuhan yang berkualitas,” katanya.

Arif menjelaskan, transformasi ekonomi memang dapat didorong melalui investasi besar-besaran. Namun, tanpa transformasi sosial yang berjalan seiring, pertumbuhan ekonomi justru berpotensi memunculkan ketimpangan dan kesenjangan di tengah masyarakat.

"Transformasi ekonomi akan bermasalah kalau tidak diiringi oleh transformasi sosial,” tegas dia.

Atas dasar itu, kata Arif, konsep kesejahteraan harus dibangun melalui perpaduan berbagai variabel yang mampu mendorong transformasi ekonomi sekaligus transformasi sosial. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi dapat berdampak pada pemerataan, keadilan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Transformasi ekonomi yang baik, kalau tidak diiringi oleh transformasi sosial, maka yang terjadi adalah ketimpangan, yang terjadi adalah kesenjangan,” ungkapnya.

Arif menilai keberhasilan agenda tersebut sangat bergantung pada pilihan sektor-sektor ekonomi yang mampu melibatkan partisipasi masyarakat secara luas. Semakin besar keterlibatan rakyat dalam aktivitas ekonomi, semakin besar pula peluang terciptanya pertumbuhan yang inklusif.

"Jadi partisipasi rakyat dalam pertumbuhan itulah yang akan bisa menciptakan inklusivitas pertumbuhan itu dan bisa menciptakan transformasi sosial,” jelasnya.

Arif menambahkan, pertumbuhan ekonomi di suatu daerah seharusnya diikuti peningkatan kualitas hidup masyarakat, mulai dari indeks pembangunan manusia, layanan kesehatan, pendidikan, hingga peningkatan pendapatan. 

“Kemudian pada akhirnya ini bisa menjaga resiliensi dari ekonomi lokal ini,” pungkasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya