Berita

Joann Liewald dan Claudia Liewal. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Turis Jerman Jatuh Hati pada Blora, Dari Kereta Tua Cepu hingga Aura Mistis Goa Terawang

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 20:17 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kabupaten Blora kembali mendapat promosi gratis dari wisatawan mancanegara. Dua turis asal Jerman, Joann Liewald dan Claudia Liewald, mengaku terkesan dengan pengalaman mereka selama beberapa hari menjelajahi berbagai destinasi wisata, budaya, dan kuliner di Kota Sate.

Bukan hanya keindahan alam dan kekayaan sejarah yang membuat keduanya betah berlama-lama di Blora. Keramahan masyarakat serta suasana khas pedesaan yang masih terjaga menjadi pengalaman yang sulit mereka temukan di negara asalnya.

Sejak tiba di Blora pada awal Juni 2026, pasangan tersebut mengunjungi sejumlah destinasi unggulan yang selama ini menjadi andalan sektor pariwisata daerah. Mulai dari wisata sejarah perkeretaapian, wisata alam, wisata budaya, hingga kuliner khas daerah mereka nikmati selama berada di Kabupaten Blora.


Perjalanan mereka diawali dengan mengikuti Loco Tour Cepu, wisata kereta api bersejarah yang menyusuri kawasan hutan jati di wilayah Cepu. Pengalaman menaiki lokomotif tua peninggalan masa lalu itu menjadi salah satu momen yang paling membekas bagi Joann.

"Perjalanan dengan kereta api itu sangat menyenangkan," ujar Joann dikutip Jumat 5 Juni 2026.

Pada malam harinya, mereka menikmati kuliner khas Blora berupa sate kambing. Sajian tersebut menjadi pengalaman baru bagi Claudia yang sebelumnya belum pernah mencicipi sate kambing secara langsung.

"Kami menikmati sate yang sangat lezat. Kami sudah mengenal sate ayam dan sate sapi, tetapi sate kambing merupakan pengalaman baru bagi kami," kata Claudia.

Selama berada di Blora, keduanya juga berkesempatan bertemu dan mendapat sambutan dari Bupati Blora, Arief Rohman. Menurut Joann, keramahan pemerintah daerah menjadi salah satu hal yang paling berkesan selama kunjungan mereka.

"Pemerintah di sini sangat ramah," ujarnya singkat.

Petualangan mereka kemudian berlanjut ke sejumlah destinasi wisata alam. Pada hari berikutnya, Joann dan Claudia mengunjungi Goa Terawang yang berada di kawasan hutan jati serta Wisata Banyu Bening (WBB).

Dari seluruh tempat yang dikunjungi, Goa Terawang menjadi destinasi yang paling membekas di hati Claudia. Menurutnya, goa tersebut memiliki suasana yang unik dan berbeda dibandingkan objek wisata yang pernah ia kunjungi sebelumnya.

Ia mengaku terkesan dengan pancaran cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah batu di bagian atas goa. Perpaduan antara keindahan alam, suara satwa liar, dan suasana yang tenang menciptakan pengalaman yang sulit dilupakan.

"Goa itu sangat indah dan memiliki suasana yang mistis. Ketika cahaya masuk ke dalam goa, pemandangannya luar biasa," ungkapnya.

Selain menikmati keindahan alam, keduanya juga memuji upaya masyarakat dan pengelola wisata dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurut mereka, kondisi kawasan wisata di Blora terlihat terawat dan tetap alami.

"Semuanya sangat bersih. Kami senang melihat masyarakat menjaga alam dengan baik," kata Joann.

Tak berhenti di sana, keduanya juga mengunjungi Kopi Santen dan Kampung Samin Klopoduwur, salah satu pusat budaya masyarakat Samin yang dikenal luas hingga mancanegara.

Bagi Joann dan Claudia, setiap destinasi di Blora menawarkan pengalaman yang berbeda. Ada wisata sejarah, budaya, alam, hingga kuliner yang saling melengkapi dan memberikan gambaran utuh tentang kekayaan daerah tersebut.

"Semua tempat yang kami kunjungi sangat menarik dan orang-orang di sini sangat ramah kepada kami," tutur Joann.

Namun ternyata, tujuan awal kedatangan pasangan asal Jerman itu ke Blora bukanlah untuk berwisata. 

Mereka datang untuk menemui Soesilo Toer, adik kandung sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer.

Joann mengungkapkan bahwa keluarganya memiliki hubungan emosional yang cukup panjang dengan keluarga Pramoedya. Kedekatan itu bermula dari sang ibu, Margit Liewald, yang pernah terlibat dalam gerakan solidaritas internasional untuk mendukung pembebasan Pramoedya pada masa lalu.

Ia bahkan mengaku pernah bertemu langsung dengan Pramoedya sebelum tahun 2000. Karena itulah, ketika mengetahui Soesilo Toer masih hidup, ia merasa perlu datang langsung ke Blora untuk menjenguknya.

"Kami mengetahui Soesilo Toer masih hidup. Karena itu kami ingin datang dan mengunjunginya," kata Joann.

*Kontributor Blora

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Malaysia Fair 2026 Jadi Ajang Perluasan Pasar Medical Tourism di Indonesia

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:12

CFD Rasuna Said Kembali Digelar, Ini Lokasi Parkir dan Rute Transportasi Umumnya

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:10

Begini Spek Bangunan SPPG di Daerah 3T yang Dibangun Kementerian PU

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:47

Sambut Nanik Deyang, APJI Minta Juknis Dapur MBG Dibenahi

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:01

Menteri PU Rampungkan 222 SPPG di Daerah 3T

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:48

KPK Panggil Motivator Ary Ginanjar Agustian di Kasus Gratifikasi IUP Kukar

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:45

Akulaku Finance Dukung Proses Hukum pada Tindakan Kecurangan

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:36

Mubes Kosgoro 1957: Berkas La Ode Beres, Sari Yuliati Belum Bayar Administrasi

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:18

Awas Kolesterol Naik! Ini 5 Tips Sehat Mengolah Daging Kurban ala Ahli Gizi UNS

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:57

AS Buka Jalur untuk 36 Kapal Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:33

Selengkapnya