Sesi foto SVP Pertamina Digital Hub Ignatius Sigit Pratopo, SVP Business Support Medco E&P Iwan Prajogi bersama Tim digital Pertamina & Medco E&P. (Foto: Dok. Pertamina)
PT Pertamina (Persero) blak-blakan membagikan pengalamannya dalam memanfaatkan teknologi digital hingga implementasi Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan untuk mendongkrak nilai bisnis dan operasional perusahaan.
Pengalaman berharga ini dibeberkan Pertamina saat menerima kunjungan benchmarking dari PT Medco E&P Indonesia di Pertamina Digital Hub, Grha Pertamina, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
Senior Vice President (SVP) Pertamina Digital Hub, Ignatius Sigit Pratopo menegaskan, Pertamina berkomitmen mempercepat transformasi digital lewat AI demi menciptakan nilai bisnis baru sekaligus meningkatkan efektivitas operasional.
Kehadiran Pertamina Digital Hub sengaja dibentuk untuk menyelaraskan arah transformasi digital di lingkungan Pertamina. Terlebih, Digital Value Creation sudah menjadi prioritas utama dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Pertamina.
"Pendekatan tersebut menjadi fondasi dalam membangun penerapan AI yang terukur dan memberikan dampak langsung terhadap bisnis," ujar Sigit dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 5 Juni 2026.
Untuk mengejar target tersebut, Sigit menjelaskan bahwa Pertamina mengandalkan tiga program utama secara
end-to-end di seluruh lini bisnis, yakni
Digital Factory, Remote Surveillance, dan
Tech Orchestration Center.
Program
Digital Factory mencakup identifikasi masalah bisnis hingga perluasan solusi analitik digital yang terbukti efektif. Sementara
Remote Surveillance fokus pada visibilitas operasional demi mempercepat pengambilan keputusan. Sedangkan
Tech Orchestration Center bertugas menyinergikan inovasi digital di sepanjang rantai nilai (
value chain) Pertamina.
“Transformasi digital kami berjalan di seluruh rantai nilai energi, mulai dari
upstream, midstream, hingga
downstream untuk
oil & gas, serta energi baru dan terbarukan,” jelas Sigit.
Pada kesempatan yang sama, SVP Business Support PT Medco E&P Indonesia, Iwan Prajogi mengakui pihaknya juga tengah mengintegrasikan AI dan
machine learning untuk menggenjot efisiensi operasi, keselamatan kerja, serta keberlanjutan bisnis.
“AI dan
machine learning bukan sekadar proyek teknologi, tapi bagian dari transformasi bisnis jangka panjang,” ungkap Iwan.
Sementara itu, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menyebutkan, agenda
benchmarking ini menjadi bukti nyata bahwa penerapan teknologi digital dan AI di Pertamina kini telah menjadi kiblat atau referensi bagi perusahaan energi lainnya.
"Bisnis Pertamina yang sangat besar, mulai dari hulu hingga hilir, tentu memerlukan dukungan penggunaan teknologi digital dan AI," kata Baron.
Baron menambahkan, pemanfaatan teknologi canggih ini bukan semata-mata untuk menggemukkan bisnis Pertamina, melainkan demi memastikan tugas negara yang diemban perusahaan dapat terlaksana dengan sempurna.
"Pertamina harus memastikan ketersediaan (
Availability), keterjangkauan (
Affordability), aksesibilitas (
Accessibility), dan keterterimaan (
Acceptability) BBM di seluruh pelosok Indonesia," pungkas Baron.