Berita

Menlu Sugiono (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Dunia

Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Harus Gaul dengan Semua Negara

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 11:06 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan bahwa Indonesia harus terus aktif membangun hubungan dengan berbagai negara di dunia. 

Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas kritik diplomat senior Dino Patti Djalal mengenai tingginya intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto sejak menjabat kepala negara.

Dalam keterangannya di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026, Sugiono menyambut baik setiap kritik dan masukan yang ditujukan kepada pemerintah selama disampaikan secara konstruktif serta berlandaskan fakta yang akurat.


"Terima kasih ya semua, saya kira semua saran, semua kritik dalam langkah perbaikan itu bagus, baik, tentu saja harus konstruktif. Tentu saja juga harus berdasarkan pada fakta-fakta dan data-data yang saya kira akurat," ujar Sugiono.

Menlu menjelaskan, kehadiran Presiden dalam berbagai agenda internasional merupakan konsekuensi dari posisi Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia. 

Karena itu, keterlibatan aktif dalam forum global tidak dapat dilepaskan dari amanat konstitusi dan kepentingan nasional yang harus diperjuangkan di tingkat internasional.

"Dan saya kira ya, apa yang saya dengar soal kunjungan Presiden ke luar negeri, secara konstitusi tersurat bahwa Indonesia merupakan bagian dari pergaulan internasional, bagian dari masyarakat dunia, dan ini menuntut suatu kehadiran di dunia internasional, pertama," kata dia.

Lebih lanjut, Sugiono menekankan bahwa arah diplomasi Presiden Prabowo sejak awal berpijak pada prinsip politik luar negeri yang netral dan bersahabat dengan semua pihak. 

Prinsip tersebut, kata dia, tercermin dalam pandangan Presiden bahwa memperluas jaringan pertemanan internasional jauh lebih penting dibanding menciptakan permusuhan.

"Implementasinya atau konsekuensinya dari ini adalah, ya itu tadi kita harus hadir di banyak tempat, kita harus berkawan dengan semuanya, istilahnya kan kita harus gaul," tegasnya.

Sugiono juga membantah anggapan bahwa kunjungan luar negeri Presiden dilakukan tanpa perencanaan matang. 

Menurutnya, setiap lawatan selalu didahului pembahasan diplomatik yang mendalam, termasuk penentuan substansi dan prioritas yang akan diperjuangkan Indonesia.

"Dan semua itu direncanakan dengan baik, semua itu didahului oleh diskusi diplomatik yang baik, Presiden menentukan, kita kasih saran, substansi-substansi dan prioritas yang perlu dibahas," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya