Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Tertekan Drama Baru Konflik AS-Iran

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 08:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Asia bergerak melemah pada perdagangan Kamis, 4 Juni 2026, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap memanasnya situasi di Timur Tengah.

Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 2 persen. Sebaliknya, indeks Kosdaq yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil justru menguat lebih dari 2 persen, menunjukkan masih adanya minat investor pada sejumlah sektor tertentu.

Tekanan juga terlihat di Jepang. Indeks Nikkei 225 melemah 1,4 persen setelah sehari sebelumnya mencetak rekor tertinggi. Sementara indeks Topix turun 0,91 persen karena sebagian investor memilih merealisasikan keuntungan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.


Bursa Australia turut berada di zona merah. Indeks S&P/ASX 200 turun 0,84 persen. 

Di Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng berada di level 25.312, lebih rendah dibandingkan posisi penutupan terakhir indeks acuan yang mencapai 25.633,21. Kondisi ini mengindikasikan pasar berpotensi dibuka melemah.

Sentimen pasar terutama dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak dunia. Pada penutupan perdagangan Rabu, waktu AS, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,41 persen menjadi 96,02 Dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent menguat 1,89 persen dan berakhir di level 97,81 Dolar AS per barel.

Kenaikan harga minyak terjadi karena investor mengkhawatirkan potensi gangguan pasokan energi dari Timur Tengah. Setiap eskalasi konflik di kawasan tersebut dapat mengganggu distribusi minyak global dan mendorong harga energi semakin tinggi.

Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran telah menyetujui untuk tidak memiliki senjata nuklir, meski ia menilai posisi Teheran masih dapat berubah sewaktu-waktu. 

Sementara itu, militer Kuwait mengklaim berhasil mencegat sejumlah target udara yang dianggap sebagai ancaman, dan Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah menggagalkan serangan rudal balistik serta drone Iran. CENTCOM juga mengungkapkan pasukan AS melakukan serangan yang disebut sebagai tindakan membela diri di Pulau Qeshm, Iran.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya