Ilustrasi (Artificial Inteligence)
Bursa saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Rabu 3 Juni 2026 waktu setempat, setelah investor kembali dihantui ancaman tarif baru dari Amerika Serikat dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Kenaikan harga minyak akibat eskalasi konflik di kawasan Teluk turut memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi, sehingga menekan sentimen pasar.
Indeks STOXX Europe 600 turun 0,5 persen ke 622, sementara Euro STOXX 50 terkoreksi 0,7 persen ke 6.065.
Pasar bereaksi negatif terhadap rencana Washington untuk mengenakan tarif tambahan hingga 12,5 persen terhadap sejumlah mitra dagang, termasuk Uni Eropa, terkait dugaan keterlibatan dalam rantai pasok yang menggunakan tenaga kerja paksa.
Di Jerman, DAX mencatat penurunan terdalam dengan melemah 1,3 persen ke 24.796. Saham perbankan menjadi salah satu penekan utama, dipimpin Deutsche Bank yang turun 3,7 persen setelah manajemen mengindikasikan potensi peningkatan cadangan kredit bermasalah.
Saham otomotif juga tertekan, dengan Mercedes-Benz dan BMW masing-masing turun 3,1 perseb dan 2,3 persen.
Di Prancis, CAC 40 turun 0,7 persen ke 8.150. Sektor barang mewah kembali menjadi beban pasar, dengan LVMH merosot 3 persen dan L'Oréal turun 2,2 persen. Sementara itu, Airbus, Safran, dan Stellantis juga ditutup di zona merah.
Pasar Italia ikut terdampak. FTSE MIB kehilangan 1,1 persen ke 50.038, dipimpin pelemahan sektor keuangan seperti UniCredit dan Intesa Sanpaolo. Saham Ferrari dan Moncler juga terkoreksi seiring aksi jual pada sektor barang mewah.
Di Inggris, FTSE 100 relatif lebih tangguh dengan penurunan 0,3 persen. Kenaikan saham energi seperti Shell dan BP, yang diuntungkan oleh lonjakan harga minyak, membantu membatasi pelemahan indeks.
Meski mayoritas sektor bergerak negatif, beberapa saham masih mencatat kenaikan. Produsen peralatan chip ASML naik 1,6 persen mengikuti penguatan sektor semikonduktor global, sementara Inditex menguat 1,5 persen berkat laporan keuangan yang solid.
Secara keseluruhan, perdagangan saham Eropa didominasi sikap hati-hati investor di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan perdagangan AS, yang berpotensi menambah tekanan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi kawasan.