Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

DAX Pimpin Pelemahan Bursa Eropa

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 07:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Rabu 3 Juni 2026 waktu setempat, setelah investor kembali dihantui ancaman tarif baru dari Amerika Serikat dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. 

Kenaikan harga minyak akibat eskalasi konflik di kawasan Teluk turut memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi, sehingga menekan sentimen pasar.

Indeks STOXX Europe 600 turun 0,5 persen ke 622, sementara Euro STOXX 50 terkoreksi 0,7 persen ke 6.065. 


Pasar bereaksi negatif terhadap rencana Washington untuk mengenakan tarif tambahan hingga 12,5 persen terhadap sejumlah mitra dagang, termasuk Uni Eropa, terkait dugaan keterlibatan dalam rantai pasok yang menggunakan tenaga kerja paksa.

Di Jerman, DAX mencatat penurunan terdalam dengan melemah 1,3 persen ke 24.796. Saham perbankan menjadi salah satu penekan utama, dipimpin Deutsche Bank yang turun 3,7 persen setelah manajemen mengindikasikan potensi peningkatan cadangan kredit bermasalah. 

Saham otomotif juga tertekan, dengan Mercedes-Benz dan BMW masing-masing turun 3,1 perseb dan 2,3 persen.

Di Prancis, CAC 40 turun 0,7 persen ke 8.150. Sektor barang mewah kembali menjadi beban pasar, dengan LVMH merosot 3 persen dan L'Oréal turun 2,2 persen. Sementara itu, Airbus, Safran, dan Stellantis juga ditutup di zona merah.

Pasar Italia ikut terdampak. FTSE MIB kehilangan 1,1 persen ke 50.038, dipimpin pelemahan sektor keuangan seperti UniCredit dan Intesa Sanpaolo. Saham Ferrari dan Moncler juga terkoreksi seiring aksi jual pada sektor barang mewah.

Di Inggris, FTSE 100 relatif lebih tangguh dengan penurunan 0,3 persen. Kenaikan saham energi seperti Shell dan BP, yang diuntungkan oleh lonjakan harga minyak, membantu membatasi pelemahan indeks. 

Meski mayoritas sektor bergerak negatif, beberapa saham masih mencatat kenaikan. Produsen peralatan chip ASML naik 1,6 persen mengikuti penguatan sektor semikonduktor global, sementara Inditex menguat 1,5 persen berkat laporan keuangan yang solid. 

Secara keseluruhan, perdagangan saham Eropa didominasi sikap hati-hati investor di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan ketidakpastian kebijakan perdagangan AS, yang berpotensi menambah tekanan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi kawasan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya