Berita

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026. (Foto: RMOL/Bonfilio)

Politik

Jokowi-Prabowo Diduga Pecah Kongsi Gegara Dadan Hindayana Dibui

KAMIS, 04 JUNI 2026 | 04:07 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dicopotnya jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang disusul penetapan tersangka korupsi membuat publik tersentak kaget.

Padahal, awalnya sebagian orang menyakini Dadan Hindayana merupakan orang kepercayaan bekas Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang selama ini nampak diberi kepercayaan penuh oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengurus program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Karena selama ini Dadan tidak pernah ditegur Prabowo meski banyak sekali kebijakan di BGN yang anggarannya sangat fantastis di luar nalar," kata analis politik Saiful Huda Ems melalui keterangan tertulis di Jakarta, dikutip Kamis 4 Juni 2026.


Proses hukum terhadap Dadan, kata Saiful, memunculkan dugaan bahwa antara Jokowi dan Prabowo sudah pecah kongsi atau sudah mulai berseberangan.

Diketahui, Dadan dilantik Jokowi sebagai Kepala BGN di akhir masa kepemimpinannya, tepatnya pada 19 Agustus 2024 dan berlanjut di masa kepemimpinan Prabowo Subianto. 

Artinya Dadan merupakan orang kepercayaan Jokowi untuk mengurus program yang nilainya sangat fantastis dan diambil dari memangkas anggaran dana pendidikan dan kesehatan itu. 

Lalu kenapa Prabowo Subianto berani-beraninya mencopot dan menyerahkan Dadan pada Kejaksaan Agung? 

"Karena Prabowo sudah mulai kebingungan mendengar suara rakyat yang terus menerus gaduh menghujat Dadan. Dadan dianggap oleh publik sudah kelewat batas menggelembungkan berbagai anggaran MBG," kata Saiful.

Diketahui, Kejagung pada Rabu 3 Juni 2026 menetapkan Dadan Hindayana dan dua mantan Wakil BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka korupsi pengelolaan program makan bergizi gratis (MBG) tahun anggaran 2025-2026.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya