Berita

Kasum TNI Letjen Richard Taruli Tampubolon, memeriksa peti kemas berisi minerba Logam Tanah Jarang di Dermaga Kodaeral IV, Batam. (Foto: Dispen Kodaeral IV)

Politik

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

TNI AL Gagalkan Penyelundupan LTJ dan Unsur Radioaktif
KAMIS, 04 JUNI 2026 | 01:34 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

.Keberhasilan jajaran TNI Angkatan Laut melalui Kodaeral IV menggagalkan dugaan penyelundupan 390 ton mineral yang mengandung Logam Tanah Jarang (LTJ) dan unsur radioaktif ilegal di perairan Kepulauan Riau dinilai bukan sekadar kasus kejahatan ekonomi biasa. 

Di balik temuan 25 kontainer mineral strategis bernilai triliunan rupiah itu, tersimpan dimensi intelijen, geopolitik, keamanan nasional, hingga persaingan global memperebutkan sumber daya masa depan.

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah menilai pengungkapan kasus tersebut harus dibaca dalam perspektif yang jauh lebih luas daripada sekadar pelanggaran kepabeanan atau tata niaga ekspor mineral.


“Kasus ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang menghadapi ancaman serius berupa perburuan sumber daya strategis oleh jaringan yang kemungkinan memiliki kemampuan logistik, pendanaan, dan koneksi internasional yang kuat,” kata Amir, dikutip Kamis 4 Juni 2026. 

Menurut Amir, keberhasilan TNI AL menggagalkan pengiriman mineral yang mengandung unsur Logam Tanah Jarang, Thorium, Uranium, Zirconium, dan berbagai mineral strategis lainnya merupakan capaian yang sangat penting bagi keamanan nasional Indonesia.

Amir menjelaskan bahwa Logam Tanah Jarang saat ini menjadi salah satu komoditas paling strategis di dunia.

Negara-negara besar berlomba menguasai pasokan LTJ karena mineral tersebut menjadi bahan utama dalam industri teknologi tinggi, kendaraan listrik, industri pertahanan, satelit, radar, semikonduktor, hingga teknologi energi masa depan.

“Kalau minyak adalah komoditas strategis abad ke-20, maka Logam Tanah Jarang adalah minyaknya abad ke-21. Siapa yang menguasai LTJ akan memiliki posisi tawar sangat besar dalam ekonomi global dan industri pertahanan modern,” kata Amir.

Ia menilai keberadaan unsur Thorium dan Triuranium Oktasida yang ditemukan dalam hasil laboratorium membuat kasus ini memiliki sensitivitas yang jauh lebih tinggi dibanding penyelundupan mineral biasa.

Pasalnya, unsur-unsur tersebut berkaitan dengan teknologi energi nuklir yang di banyak negara dikategorikan sebagai sumber daya strategis yang pengawasannya sangat ketat.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Pasutri Pura-pura Jadi Korban Begal Gegara Terlilit Utang

Selasa, 14 Juli 2026 | 02:15

Kasus Korupsi Febrie Adriansyah Mendunia

Selasa, 14 Juli 2026 | 02:02

Seleksi JPT Pratama Digugat, GHARIS Seret Pemkot Tangsel ke PTUN

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:47

Prabowo Bergerak Cepat Cegah Friksi TNI, Polri dan Kejaksaan

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:10

Bongkar Dugaan Bunker Jokowi di Solo dan Karanganyar

Selasa, 14 Juli 2026 | 01:00

DPR Didesak Investigasi Proyek Jarkompenas AirNav

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:38

Semifinal Piala Dunia, Iran vs Amerika, Wasitnya Selat Hormuz

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:12

Operasi Pendinginan Kapolri-Jaksa Agung Mengaburkan Akuntabilitas Perkara

Selasa, 14 Juli 2026 | 00:00

Pernyataan Juri Ardiantoro soal Pengelolaan Aset Negara di Kemayoran Tuai Apresiasi

Senin, 13 Juli 2026 | 23:54

235 Bus Sekolah Gratis Layani Pelajar Jakarta

Senin, 13 Juli 2026 | 23:40

Selengkapnya