Berita

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. (tengah). (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Dasco Jawab Kritik soal Prabowo yang Dinilai Terlalu Sering ke Luar Negeri

RABU, 03 JUNI 2026 | 13:10 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad membantah anggapan bahwa Presiden Prabowo Subianto terlalu lama berada di luar negeri. 

Menurutnya, setiap kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden memiliki tujuan strategis dan dilaksanakan secara efisien sesuai kebutuhan.

Dasco menjelaskan, sejumlah lawatan Presiden yang terkesan mendadak umumnya dilakukan sebagai respons terhadap perkembangan situasi yang berlangsung cepat dan membutuhkan keputusan atau komunikasi tingkat tinggi secara segera.


“Kalau kemudian dadakan, itu biasanya memang karena situasi yang memang harus membuat Presiden juga harus sesegera berangkat,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 3 Juni 2026. 

Menurut Dasco, agenda kunjungan luar negeri Presiden tidak bisa dinilai hanya dari frekuensi perjalanan. Ia menegaskan bahwa dinamika geopolitik dan kondisi global yang terus berubah menuntut kepala negara memiliki fleksibilitas dalam menjalankan diplomasi dan memperjuangkan kepentingan nasional.

Ketua Harian Partai Gerindra itu menilai berbagai masukan dan kritik terkait kebijakan luar negeri pemerintah merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, ia menegaskan bahwa ukuran efektivitas diplomasi tidak dapat ditentukan hanya dari banyak atau sedikitnya kunjungan yang dilakukan Presiden.

Dasco juga menolak anggapan bahwa Prabowo menghabiskan waktu terlalu lama di luar negeri. Menurutnya, setiap lawatan dilakukan dalam durasi yang relatif singkat dan difokuskan pada agenda-agenda yang dianggap penting bagi Indonesia.

“Kalau kita lihat kepergian Presiden ke luar negeri itu juga dalam waktu yang singkat-singkat, seperlunya saja, kemudian membahas yang perlu-perlu, kemudian kembali,” ujarnya.

Sebelumnya, intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo menjadi sorotan publik. 

Sejak dilantik pada Oktober 2024, Prabowo tercatat telah melakukan puluhan kunjungan ke berbagai negara, sehingga memunculkan perdebatan mengenai urgensi dan efektivitas sejumlah lawatan tersebut. 
Namun, pemerintah dan pendukungnya menilai aktivitas diplomasi itu merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya