Berita

Beras (Foto: RMOL/Reni Erina)

Nusantara

Petani Makin Cuan! Produksi Beras RI Tembus 14 Juta Ton per April 2026

RABU, 03 JUNI 2026 | 10:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kabar segar datang dari sektor pangan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produksi padi sepanjang Januari hingga April 2026 berhasil menyentuh angka 24,36 juta ton gabah kering giling (GKG). 

Capaian positif ini otomatis mendongkrak produksi beras nasional menjadi 14,03 juta ton, alias tumbuh 0,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menariknya, lonjakan produksi ini juga berjalan beriringan dengan tingkat kesejahteraan petani. Berdasarkan data BPS per Mei 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional melesat ke angka 127,73, atau naik 1,99 persen dibandingkan bulan sebelumnya.


Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa rahasia di balik peningkatan produksi kuartal pertama ini adalah ekspansi lahan panen. Sepanjang empat bulan pertama tahun ini, luas panen padi meluas hingga 4,51 juta hektare, tumbuh 0,43 persen secara tahunan.

Namun, pemerintah dan pelaku pasar tetap waspada. Jika membedah data secara bulanan, sinyal lampu kuning mulai terlihat pada April 2026. Luas panen pada bulan tersebut sempat menyusut 15,47 persen, yang otomatis memangkas produksi padi April menjadi 7,63 juta ton GKG.

Tren pengetatan ini diperkirakan masih akan berlanjut. BPS memproyeksikan potensi luas panen untuk periode Mei hingga Juli 2026 akan sedikit terkoreksi 0,65 persen menjadi 2,69 juta hektare, dengan estimasi produksi beras sekitar 7,92 juta ton. 

Selain padi, komoditas jagung juga mencatatkan rapor hijau yang stabil, di mana produksi jagung pipilan kering sepanjang Januari-April 2026 tumbuh tipis menjadi 6,02 juta ton.

Kenaikan NTP pada Mei dipicu oleh indeks harga yang diterima petani yang melonjak hingga 2,53 persen, jauh melampaui kenaikan biaya hidup atau indeks yang mereka bayar yang hanya sebesar 0,53 persen. 

Angka Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) bahkan meroket ke level 132,84, menandakan bisnis sektor agraria masih sangat menjanjikan.

Namun, BPS mencatat harga beras di tingkat penggilingan masih merangkak naik. Saat ini, beras premium dibanderol Rp14.667 per kilogram (naik 0,56 persen), sementara beras medium menguat 0,79 persen menjadi Rp13.402 per kilogram.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya