Para pengguna setia layanan kecerdasan buatan (AI) harus kembali menguji kesabaran mereka. Pada Selasa (2/6/2026), Claude AI—salah satu chatbot populer besutan Anthropic—dilaporkan mengalami gangguan massal yang mengakibatkan layanannya tidak dapat diakses oleh publik.
Pihak Anthropic secara resmi telah mengonfirmasi adanya lonjakan tingkat kesalahan (error rates) pada berbagai layanannya, yang memicu kelumpuhan sistem bagi ribuan pengguna secara luas.
Tanda-tanda awal dari gangguan ini mulai terdeteksi ketika para pengguna mengeluhkan kegagalan sistem dalam merespons permintaan, waktu pemuatan (loading) yang sangat lambat, hingga terputusnya layanan secara berkala.
Berdasarkan pantauan dari platform Downdetector di India, tercatat ada lebih dari 279 laporan keluhan yang masuk pada siang hari waktu setempat. Rincian dari laporan tersebut menunjukkan distribusi masalah teknis yang dialami pengguna:
Sebanyak 61 persen keluhan terpusat pada gangguan di fitur utama Claude Chat.
Sebanyak 20 persen pengguna mengalami kendala akses saat mencoba masuk melalui aplikasi.
Sebanyak 14 persen pengguna lainnya melaporkan kegagalan saat memuat situs web resmi.
Rasa frustrasi ini turut meluap di platform media sosial X. Banyak pengguna yang membagikan tangkapan layar berisi pesan galat (error) dari sistem yang berbunyi, "Karena kendala tak terduga, Claude tidak dapat merespons pesan Anda," serta peringatan bahwa sistem "membutuhkan waktu pemuatan lebih lama dari biasanya".
Merespons gelombang protes ini, Anthropic segera memberikan pernyataan resmi melalui halaman status mereka. Perusahaan menegaskan bahwa mereka telah berhasil mengidentifikasi masalah dan perbaikan sedang diimplementasikan.
Berdasarkan laporan insiden tersebut, pemadaman ini memberikan dampak meluas pada sejumlah produk utama mereka, yang meliputi Claude AI, Claude Console, Claude API, hingga Claude Code.
Insiden ini menambah panjang daftar evaluasi teknis Anthropic. Pasalnya, hanya sehari sebelumnya pada 1 Juni, mereka juga baru saja mengalami pemadaman serupa yang menyerang model bahasa Opus 4.7 serta Sonnet 4.5 dan 4.6, sebelum akhirnya berhasil dipulihkan pada hari yang sama.