Berita

Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor pada Senin, 1 Juni 2026 (Foto: Polda Papua)

Presisi

Tim Gabungan Masih Cari Tiga Korban Hilang Pascaledakan di Biak Numfor

SELASA, 02 JUNI 2026 | 13:10 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Tim gabungan masih berjibaku mencari tiga warga yang dinyatakan hilang setelah ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan pencarian saat ini difokuskan di area Ring 2, terutama di kawasan pantai dan perairan sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, area Ring 1 yang diduga menjadi titik sumber ledakan belum dinyatakan aman sehingga pencarian belum dapat dilakukan secara optimal.

"Fokus pencarian saat ini dilakukan di area Ring 2, khususnya wilayah pantai dan perairan sekitar lokasi kejadian. Sementara area Ring 1 yang diduga menjadi sumber ledakan masih belum dinyatakan aman atau steril," kata Ari dalam keterangannya, Selasa (2/6).


Sepanjang proses pencarian, tim gabungan yang melibatkan Basarnas menemukan 13 serpihan bagian tubuh. Seluruh temuan tersebut telah diserahkan kepada Tim Identifikasi Polda Papua dan RSUD Biak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Di saat yang sama, Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua melakukan penyisiran di sekitar lokasi ledakan. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan dua proyektil yang amunisinya telah diambil dengan cara digerinda, serta satu granat nanas yang telah dimodifikasi.

Seluruh material berbahaya tersebut telah diamankan dan dimusnahkan melalui proses disposal pada Senin (1/6) sore sekitar pukul 18.00 WIT.

Berdasarkan data terbaru, ledakan tersebut juga menyebabkan 18 warga mengalami luka ringan. Dua korban masih menjalani perawatan di RSUD Biak, sementara 16 lainnya telah diperbolehkan pulang.

Selain itu, sebanyak 56 warga terpaksa mengungsi, terdiri atas 43 orang dewasa dan 13 balita, sambil menunggu situasi di lokasi benar-benar dinyatakan aman.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya