Berita

Ilustrasi mobil Patroli Jalan Raya (PJR). (Foto: Istimewa)

Nusantara

Tot Tot Wuk Wuk untuk PJR Berpotensi Hidupkan Kembali Arogansi di Jalan Raya

SELASA, 02 JUNI 2026 | 04:17 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Keputusan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho yang kembali mengizinkan penggunaan sirene dan rotator atau yang dikenal publik sebagai tot tot wuk wuk oleh petugas Patroli Jalan Raya (PJR) di jalan tol membuat konsistensi kebijakan Korlantas Polri patut dipertanyakan.

Aktivis Forum Sipil Bersuara (FORSIBER) Hamdi Putra menilai, keputusan tersebut mencederai komitmen institusi dalam membenahi tata tertib dan moralitas berkendara di jalan raya secara berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Hamdi, persoalannya bukan sekadar soal bunyi sirene yang bising, melainkan soal bagaimana pengecualian tersebut berpotensi menjadi pintu masuk bagi kembalinya budaya arogansi lama yang selama ini ditolak keras oleh masyarakat luas.


"Apa parameter objektif yang digunakan? Apa definisi serta batasan dari “jam rawan”? Apa batasan kondisi darurat yang membolehkan sirene tersebut dinyalakan?" kata Hamdi, dikutip Selasa 2 Juni 2026.

Lantas bagaimana mekanisme pengawasan yang ketat agar penggunaan sirene tidak kembali meluas dan semena-mena seperti sebelumnya. 

"Tanpa standar yang transparan, terukur, dan dapat diuji oleh publik, pengecualian ini akan sangat mudah berubah menjadi normalisasi budaya lama yang merusak," kata Hamdi.

Yang lebih mengkhawatirkan, kata Hamdi, kebijakan ini berisiko mengirim sinyal buruk kepada masyarakat bahwa praktik tot tot wuk wuk sesungguhnya tidak pernah benar-benar dihentikan, melainkan hanya dibekukan sementara waktu sampai perhatian dan kemarahan publik mereda. 

"Jika dugaan ini benar, maka moratorium yang selama ini dipuji sebagai langkah humanis berpotensi besar hanya menjadi instrumen komunikasi publik dan pencitraan belaka, bukan sebuah perubahan substantif," pungkas Hamdi.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya