Berita

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menjadi inspektur upacara Harlah Pancasila (Foto: RMOL Faisal Aristama)

Politik

Hasto: Kritik Adalah Bentuk Cinta Tanah Air

SENIN, 01 JUNI 2026 | 11:09 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa sikap kritis masyarakat bukanlah bentuk pengkhianatan terhadap negara, melainkan wujud kecintaan kepada tanah air. 

Karena itu, kritik tidak boleh dihadapi dengan tindakan represif yang justru merusak kualitas demokrasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasto saat menjadi inspektur upacara dalam Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih memperingati Hari Lahir Pancasila di halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin 1 Juni 2026. 


Menurut Hasto, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak seharusnya hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi kondisi demokrasi saat ini.

"Ini bukan saatnya bernostalgia, tetapi bertanya: apakah kita masih hidup dalam negara demokrasi, atau sudah terjebak dalam otoritarianisme berbalut populisme yang membuat rakyat takut bersuara?" ujarnya.

Hasto menegaskan, Pancasila lahir dengan semangat membebaskan rakyat dari segala bentuk penindasan. Namun, ia menilai saat ini terdapat gejala yang mengkhawatirkan, di mana berbagai kebebasan dasar masyarakat semakin terancam.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui jaminan kebebasan dari rasa takut, kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul. Ia menyayangkan sikap kritis masyarakat sipil yang belakangan kerap mendapat respons represif dari otoritas negara.

"Sikap kritis adalah tanggung jawab politik setiap warga negara Indonesia karena rasa cinta kepada tanah air. Sikap kritis tidak bisa dihadapi dengan represi," tegasnya.

Hasto juga mengingatkan bahwa kemanusiaan yang adil dan beradab tidak akan terwujud apabila hak-hak sipil masyarakat terus dibungkam.

Lebih lanjut, ia menyoroti peran hukum dan aparat negara yang dinilainya mengalami pergeseran fungsi. Menurut Hasto, hukum seharusnya menjadi instrumen keadilan bagi seluruh warga negara, bukan alat yang melayani kepentingan politik kelompok tertentu.

"Aparat penegak hukum dan seluruh aparatur negara telah diturunkan derajatnya menjadi alat mobilisasi elektoral dan pelindung elite kekuasaan," ungkapnya.

Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu alasan PDIP dalam Rakernas partai menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat atas terjadinya pergeseran watak kekuasaan yang dipicu ambisi politik personal.

Hasto menambahkan, tanpa penegakan hukum yang berkeadilan, berbagai aspek kehidupan berbangsa akan dipenuhi ketidakpastian dan biaya sosial yang semakin mahal.

Sebagai contoh, ia menyoroti kasus yang menimpa petani kecil di Aceh yang berupaya mengembangkan benih secara mandiri, namun justru berhadapan dengan proses hukum.

"Ibu Mega sangat mengkhawatirkan ketika rakyat berinovasi di Aceh, mencoba mengembangkan benih dengan seluruh tradisi penelitian yang hidup di kalangan rakyat, ternyata justru dipenjarakan oleh aparat penegak hukum. Ini tindakan anti-inovasi," pungkasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya