Berita

Prabowo Subianto dan Joko Widodo. (Foto: Antara)

Politik

Safari Politik Jokowi Belum Tentu Tanda Pisah Ranjang dengan Prabowo

MINGGU, 31 MEI 2026 | 09:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Rencana Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, berkeliling Indonesia memunculkan berbagai spekulasi politik. Salah satu yang mengemuka adalah dugaan bahwa hubungan politik Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto mulai merenggang.

Namun, analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai spekulasi tersebut belum tentu benar. Menurutnya, safari politik Jokowi justru bisa menjadi bagian dari upaya mendukung keberlanjutan pemerintahan Prabowo sekaligus menjaga posisi politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Muncul pertanyaan, apakah ini tandanya Pak Prabowo dan Pak Jokowi sudah terpisah, beda ranjang? Belum tentu juga," kata Hendri Satrio lewat kanal Youtube miliknya, Minggu, 31 Mei 2026.


Pria yang akrab disapa Hensa itu menjelaskan, salah satu kemungkinan agenda Jokowi dalam lawatan keliling Indonesia adalah membantu mengomunikasikan dan mempromosikan program-program unggulan pemerintahan Prabowo kepada masyarakat.

Menurutnya, Jokowi bisa saja berbicara mengenai pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, hingga manfaat Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari agenda pemerintahan saat ini.

"Bisa jadi demi Gibran tetap menjadi wakil presiden Prabowo pada 2029, salah satu agenda Jokowi adalah menyukseskan, mengomunikasikan, dan mempromosikan program-program Prabowo," ujarnya.

Hensa menilai kemampuan Jokowi dalam membangun citra politik tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebagai politisi yang telah berpengalaman memenangkan berbagai kontestasi politik, Jokowi dinilai memiliki kemampuan menyusun strategi komunikasi yang terlihat alami namun tetap menguntungkan secara politik.

"Kita harus ingat, Jokowi ini ahli pencitraan. Jadi dia bisa membuat sebuah skema secara natural untuk menguntungkan dirinya. Karena dia kan politisi yang handal," tuturnya.

Karena itu, lanjut Hensa, wajar jika banyak kekuatan politik mulai bersiap menghadapi safari politik Jokowi. Aktivitas mantan presiden tersebut dipastikan akan menjadi perhatian berbagai pihak, baik yang berada di lingkaran pendukung maupun mereka yang selama ini mengambil posisi berseberangan.

"Wajar kalau kemudian banyak sekali partai politik bersiap untuk menghadapi safari turun gunungnya Joko Widodo," pungkasnya.

Hensa pun menilai menarik untuk melihat siapa yang paling sibuk merespons langkah Jokowi tersebut, apakah Partai Solidaritas Indonesia (PSI), kelompok relawan Pro Jokowi (Projo), atau justru pihak-pihak yang merasa pernah dikecewakan oleh Jokowi selama berkiprah di panggung politik nasional.

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

UPDATE

Jokowi Sedang Menciptakan Musuh Sendiri Lewat Keliling Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 | 08:17

Jemaah Haji Indonesia Diminta Tertib Menanti Jadwal Kepulangan ke Tanah Air

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:44

Turun Gunung Jokowi untuk Gendong Gibran dan Kaesang

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:37

Hari Raya Waisak, CFD Jakarta Diliburkan Sementara

Minggu, 31 Mei 2026 | 07:15

IPC TPK Perkuat Konektivitas Perdagangan Indonesia-China

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:45

Paradoks Kekayaan Nasional

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:23

Polda Jateng Izinkan Personel Tembak Begal di Tempat

Minggu, 31 Mei 2026 | 06:09

Anatomi Pembangunan Kapal Ideal

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:41

BGN Tidak Pernah Menunjuk Calo Terkait Pembangunan SPPG

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:21

KPK Diminta Jelaskan Arah Pengembangan Kasus Blueray Cargo

Minggu, 31 Mei 2026 | 05:04

Selengkapnya