Berita

Founder and Chairman of Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) sekaligus eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. (Foto: BPMI Setpres)

Politik

Habiskan Anggaran Jumbo, Prabowo Diminta Kurangi Perjalanan ke Luar Negeri

MINGGU, 31 MEI 2026 | 00:57 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Prabowo Subianto diminta untuk mengurangi frekuensi perjalanan ke luar negeri yang terlalu sering dan menguras anggaran negara dalam jumlah besar.

Hal tersebut disampaikan Founder and Chairman of Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) sekaligus eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.

Dalam pernyataannya, Dino mengaku menyampaikan pandangan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral setelah menerima penghargaan Bintang Mahaputera dari Presiden Prabowo. 


"Sebagai sahabat lama Bapak, saya mewakili komunitas hubungan internasional dan banyak rakyat Indonesia menghimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan keluar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini," kata Dino, dikutip dalam di Instagram pada Sabtu, 30 Mei 2026.

Dino yang juga merupakan eks Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (AS) itu menilai Prabowo menjadi salah satu kepala negara yang paling sering melakukan kunjungan ke luar negeri sejak menjabat sebagai presiden.

“Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan keluar negeri,” tegasnya.

Menurutnya, sekitar satu dari enam hari masa kepresidenan Prabowo dihabiskan di luar negeri. Kondisi tersebut, kata Dino, memunculkan persepsi negatif di masyarakat bahwa frekuensi perjalanan tersebut sudah tidak lazim dan melampaui batas kewajaran.

"Dan sangat tidak mungkin dalam 18 bulan ke depan, Presiden Prabowo terus melakukan kunjungan internasional dalam frekuensi yang sama tingginya," ujarnya.

Dalam hal ini, ia menyoroti besarnya biaya yang harus dikeluarkan negara untuk setiap kunjungan kepala negara ke luar negeri. 

Menurutnya, pengeluaran tersebut mencakup biaya tim pendahulu, transportasi udara, akomodasi, logistik, konsumsi, protokoler, pengamanan, hingga uang harian bagi seluruh delegasi dan perangkat pendamping.

"Kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar dan bahkan sangat besar. Satu perjalanan keluar negeri bisa keluar puluhan, bahkan ratusan miliar," tegasnya lagi.

Karena itu, Dino berharap Presiden Prabowo dapat mengevaluasi intensitas kunjungan luar negeri dan lebih mempertimbangkan aspirasi publik yang mempertanyakan efektivitas serta besarnya anggaran yang digunakan dalam setiap perjalanan kenegaraan tersebut.

“Apa yang saya katakan di sini adalah penyampaian perasaan kebanyakan rakyat yang murni dari nurani mereka. Silahkan cek, dalam suasana yang serba prihatin dan was-was akibat gejolak dunia rakyat Indonesia tidak lagi terpukau dengan kemegahan protokoler dalam dunia diplomasi. Saya yakin sekali ini,” tuturnya.

“Rakyat mengharapkan pemimpin mereka bisa menunjukkan kepekaan dan kepatutan dalam melakukan perjalanan ke luar negeri,” tandasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya