Berita

Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

PDIP ke Jokowi: Sambil Tur Politik, Tunjukkan Ijazah Asli

SABTU, 30 MEI 2026 | 17:11 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Rencana mantan Presiden Joko Widodo melakukan safari politik ke sejumlah daerah tidak dianggap sebagai ancaman oleh PDIP. 

Sebaliknya, partai berlambang banteng itu mengaku tidak khawatir dan menilai langkah tersebut justru membuat kader semakin solid.

Meski demikian, PDIP meminta Jokowi segera mengakhiri polemik mengenai ijazah yang terus bergulir di ruang publik dengan menunjukkan dokumen aslinya secara terbuka.


Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan apabila Jokowi ingin berkeliling ke berbagai daerah.

“Justru dengan beliau turun ke beberapa wilayah itu partai kita semakin solid. Partai kita akan semakin solid untuk membangun internal partai maupun lebih solid untuk turun ke bawah,” kata Djarot kepada wartawan, Sabtu, 30 Mei 2026.

Menurutnya, Jokowi bebas melakukan aktivitas politik ke mana pun. Namun di tengah polemik yang masih berkembang, Djarot menilai cara paling sederhana untuk mengakhiri perdebatan adalah dengan menunjukkan ijazah asli kepada publik.

“Silakan aja beliau keliling ke mana pun bebas. Tapi beliau juga harus bisa menjelaskan, menunjukkan supaya masyarakat betul-betul yakin bahwa ijazahnya itu asli,” ujarnya.

Djarot menilai persoalan tersebut tidak perlu berlarut-larut hingga menimbulkan berbagai spekulasi.

“Tunjukkan aja, saya paling enak begitu. Enggak usah pakai drama,” tegasnya.

Ia bahkan menyebut polemik tersebut dapat segera selesai apabila dokumen yang dipersoalkan ditunjukkan secara terbuka.

“Kalau Anda tanya ijazah saya, saya tunjukkan pada Anda. Jadi itu aja untuk mengakhiri polemik yang terjadi,” demikian Djarot.

Sebelumnya, Jokowi berencana melakukan tur keliling Indonesia mulai akhir Juni. Lawatan ini bertujuan untuk menyapa masyarakat, memenuhi berbagai undangan daerah, serta bertemu dengan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan relawan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya