Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Saham Eropa Melaju di Zona Hijau dan Cetak Rekor Bulanan

SABTU, 30 MEI 2026 | 07:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat, 20 Mei 2026 waktu setempat, karena ditopang oleh meredanya tekanan inflasi. Pasar juga optimis terhadap potensi kesepakatan antara AS dan Iran. 

Indeks Euro STOXX 50 naik 0,3 persen ke level 6.065, sementara STOXX Europe 600 menguat 0,2 persen menjadi 626,5.

Sentimen positif muncul setelah laporan bahwa AS dan Iran telah menyepakati memorandum awal yang berpotensi membuka kembali jalur tanker di Selat Hormuz. Meski masih menunggu persetujuan akhir Presiden Donald Trump, perkembangan tersebut mendorong harga energi dan imbal hasil obligasi turun, sekaligus meningkatkan minat investor pada aset berisiko.


Data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan di Jerman dan Prancis turut memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) masih memiliki ruang untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan moneter tahun ini.

Di Prancis, indeks CAC 40 berakhir nyaris stagnan di tengah tekanan saham barang mewah seperti LVMH dan L’Oréal. Sebaliknya, saham industri seperti Airbus dan Safran mencatat kenaikan. Data ekonomi menunjukkan PDB Prancis menyusut 0,1 persen pada kuartal pertama 2026, sementara inflasi Mei naik ke 2,4 persen akibat kenaikan harga energi.

Indeks FTSE MIB Italia naik 0,4 persen dan kembali menembus level psikologis 50.000. Penguatan dipimpin sektor keuangan dan saham konsumsi premium seperti Ferrari serta Moncler. Namun, saham energi melemah seiring turunnya harga minyak. Inflasi Italia naik menjadi 3,2 persen pada Mei, sementara tingkat pengangguran turun ke 5,1 persen.

Di London, FTSE 100 mencatat kenaikan tipis dan membukukan penguatan bulanan kedua berturut-turut. Saham pertahanan seperti BAE Systems dan Rolls-Royce menguat, sementara Shell, BAT, dan Unilever berada di zona merah akibat pelemahan harga komoditas dan aksi ambil untung.

Sementara itu, DAX 40 Jerman ditutup naik 0,1 persen dan mengakhiri Mei dengan lonjakan 3,4 persen. Penurunan inflasi Jerman ke 2,7 persen pada Mei memberi tambahan dorongan bagi pasar, di tengah harapan tercapainya kesepakatan geopolitik yang dapat meredakan tekanan inflasi global.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya