Berita

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan. (Foto: RMOLSumsel)

Nusantara

Ancaman Karhutla Sumsel Kian Mengkhawatirkan

JUMAT, 29 MEI 2026 | 21:49 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan meningkat.

Dalam periode Januari hingga April 2026, luas lahan terbakar di delapan kabupaten/kota mencapai 182,54 hektare atau meningkat dibandingkan dua tahun terakhir.

Data tersebut berdasarkan hasil analisis citra satelit yang dilakukan Kementerian Kehutanan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Kementerian Lingkungan Hidup melalui sistem pemantauan karhutla nasional.


Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto mengatakan, peningkatan luas karhutla menjadi sinyal kewaspadaan menjelang musim kemarau tahun ini.

“Luas karhutla pada Januari-April 2026 di Sumsel berdasarkan analisa citra satelit mencapai 182,54 hektare,” ujar Ferdian dikutip dari Kantor Berita RMOLSumsel, Jumat, 29 Mei 2026.


Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi wilayah dengan luas karhutla terbesar, yakni mencapai 53,2 hektare. Disusul Musi Banyuasin (Muba) seluas 33,1 hektare, Muara Enim 31,9 hektare, Ogan Ilir 27,5 hektare, dan Ogan Komering Ilir (OKI) 20 hektare.

Sementara daerah lain yang turut terdampak yakni Banyuasin seluas 9,4 hektare dan OKU Selatan 1,4 hektare.

Menurut Ferdian, mayoritas kebakaran terjadi di lahan mineral dengan total 181,4 hektare. Sedangkan kebakaran di lahan gambut tercatat seluas 1,1 hektare dan seluruhnya berada di wilayah Musi Banyuasin.

“Kebakaran masih didominasi di lahan mineral, sementara lahan gambut yang terbakar berada di Muba,” katanya.

Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, luas karhutla tahun ini mengalami kenaikan cukup signifikan. Pada Januari-April 2024, luas lahan terbakar tercatat 144,2 hektare. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2025 hanya sekitar 5 hektare.

Meski demikian, angka karhutla tahun ini masih lebih rendah dibandingkan 2022 dan 2023 yang sempat menjadi periode dengan kebakaran cukup besar di Sumsel. Pada 2022 luas lahan terbakar mencapai 485,1 hektare, sedangkan pada 2023 melonjak hingga 995,3 hektare.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya