Berita

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

BI Putar Otak Jinakkan Dolar AS

JUMAT, 29 MEI 2026 | 18:27 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) buka suara terkait tekanan nilai tukar Rupiah yang nyaris menyentuh level Rp18.000 per Dolar AS usai libur dan cuti bersama Iduladha 1447 Hijriah.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, tekanan tersebut masih dipengaruhi ketidakpastian global yang terus berlanjut.

"Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah," kata Denny dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 29 Mei 2026.

Selain itu, kebutuhan valuta asing (valas) yang tinggi dinilai ikut memengaruhi tekanan Rupiah.

Selain itu, kebutuhan valuta asing (valas) yang tinggi dinilai ikut memengaruhi tekanan Rupiah.

“Di samping itu, terdapat peningkatan kebutuhan valas secara musiman, antara lain untuk pembayaran ULN (Utang Luar Negeri) dan repatriasi dividen, di tengah arus masuk Dolar AS yang terbatas,” jelasnya.

Meski demikian, BI memastikan akan tetap hadir di pasar setiap saat guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. 

Komitmen tersebut diwujudkan melalui mengoptimalkan intervensi pasar valas melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder secara konsisten dan terukur.

Selain intervensi pasar, BI juga memperkuat efektivitas bauran kebijakan moneter melalui penguatan struktur suku bunga instrumen moneter yang pro-market guna menjaga daya tarik aset keuangan domestik dan mendukung masuknya aliran modal asing.

Sementara dari sisi permintaan Dolar AS, BI, ditetapkan threshold tunai beli valas terhadap Rupiah tanpa underlying maksimal menjadi 25.000 Dolar AS per pelaku per bulan yang mulai berlaku Juni 2026.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait untuk mendukung stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar, antara lain melalui penguatan pengawasan terhadap bank dan korporasi dengan aktivitas pembelian Dolar AS yang tinggi,” tegasnya.

BI menegaskan akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur demi menjaga stabilitas Rupiah dan ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah sore ini ditutup melemah 0,2 persen ke Rp17.880 per Dolar AS.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya