Berita

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni (Foto: RMOL Faisal Aristama)

Politik

Sahroni Minta Woodyrman Dideportasi dan Dicekal Masuk RI

JUMAT, 29 MEI 2026 | 10:40 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Desakan agar selebgram asal luar negeri pelaku penganiayaan maut di Blok M segera dideportasi mencuat usai seorang warga Brunei Darussalam tewas akibat insiden tersebut.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Mohamad Irman Ali (33) alias Woodyrman segera dipulangkan ke negara asalnya untuk menjalani proses hukum.

“Sebaiknya segerakan dideportasi biar diproses hukum di negara yang bersangkutan, karena dua-duanya adalah WNA,” kata Sahroni saat dihubungi, Jumat, 29 Mei 2026. 


Politikus Partai NasDem itu juga meminta Woodyrman masuk daftar hitam agar tidak dapat kembali ke Indonesia. Menurutnya, pelaku telah melakukan tindak pidana berat di wilayah Indonesia.

“Langsung di-blacklist, tidak boleh masuk RI lagi yang bersangkutan, alias di-ban karena melakukan pembunuhan di negara orang lain,” ujarnya.

Sahroni menilai deportasi menjadi langkah yang lebih cepat dan efisien dibanding proses panjang yang harus melibatkan koordinasi lintas negara apabila perkara ditangani penuh di Indonesia.

“Iya kalau di Indonesia nanti memakan banyak waktu dan tetap harus koordinasi juga dengan negara Brunei, jadi lebih baik dideportasikan saja langsung, lebih cepat lebih baik,” ucapnya.

Kasus tersebut bermula dari cekcok antarsesama warga negara asing di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada Rabu, 6 Mei 2026 dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.

Korban berinisial MHF (30), warga Brunei Darussalam, disebut terlibat adu mulut dengan Woodyrman. Dalam video yang beredar, keduanya sempat dipisahkan oleh sejumlah orang, namun pertengkaran kembali berlanjut.

Pelaku kemudian diduga memukul korban menggunakan botol kaca hingga korban terjatuh dan tak sadarkan diri.

Korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya