Berita

Menteri Agama, Nasaruddin Umar. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Nusantara

Nasaruddin Umar: Jangan Ada Warga Krisis Protein saat Iduladha

RABU, 27 MEI 2026 | 08:54 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai Iduladha 1447 Hijriah harus menjadi momentum untuk membantu masyarakat terbebas dari krisis protein hewani, bukan sekadar ritual keagamaan.

Hal itu disampaikan Nasaruddin Umar usai pelaksanaan salat Iduladha di Masjid Istiqlal, Rabu, 27 Mei 2026. 

Menurutnya, Iduladha identik dengan semangat berbagi melalui distribusi daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.


“Diharapkan semua orang bisa mencicipi protein hewani,” kata Menag.

Ia menjelaskan, momentum Iduladha berbeda dengan Idulfitri. Jika Idulfitri identik dengan bantuan karbohidrat melalui zakat fitrah, maka Iduladha menjadi sarana distribusi protein hewani melalui kurban, dam, maupun bantuan sosial.

“Diharapkan tidak ada orang yang krisis protein hewani pada saat Idul Kurban,” ujarnya.

Menag juga mengungkapkan, hewan kurban yang diterima Masjid Istiqlal tidak seluruhnya berasal dari kurban wajib umat Islam. Sebagian merupakan bantuan sosial dari perusahaan hingga masyarakat nonmuslim yang turut berpartisipasi membantu distribusi daging kepada warga.

Menurut Nasaruddin, keterlibatan lintas kelompok tersebut menunjukkan semangat solidaritas sosial dalam perayaan Iduladha masih sangat kuat.

Berdasarkan data sementara hingga pelaksanaan salat Id, Masjid Istiqlal menerima 63 ekor sapi, 18 kambing, dan satu domba. Hewan kurban itu nantinya akan disalurkan ke masjid binaan, panti asuhan, pesantren, perguruan tinggi Islam, serta majelis taklim yang terhubung dengan Istiqlal.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya