Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan kekuatannya dan harus rela parkir di zona merah pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa siang 26 Mei 2026.
Sempat dibuka bertenaga di level 6.206 dan menyentuh level tertinggi di 6.286 pada pagi hari, aksi ambil untung (profit taking) dan tekanan jual massal akhirnya menyeret indeks turun -0,91 persen atau terpangkas -56,669 poin ke level 6.149,680.
Sepanjang paruh pertama hari ini, pergerakan indeks melorot hingga sempat menguji batas bawahnya di level 6.132.
Koreksi berjamaah terlihat jelas dari peta pergerakan saham, di mana 396 saham melemah dan hanya 253 saham yang berhasil menguat, sementara sisanya bergerak stagnan di tempat.
Untuk urusan likuiditas, trio saham raksasa BRPT (Barito Pacific), TPIA (Chandra Asri), dan BBCA (Bank Central Asia) menjadi motor penggerak pasar hari ini dengan mencatatkan nilai transaksi terbesar sepanjang sesi pertama.
Kejatuhan IHSG siang ini dimotori oleh rontoknya mayoritas indeks sektoral.
Sektor industri (IDXINDUST) menjadi beban terberat setelah ambruk paling dalam sebesar -2,08 persen, disusul oleh sektor konsumer non-siklikal (IDXNONCYC) yang merosot -1,72 persen, serta konsumer siklikal (IDXCYCLIC) yang turun -1,35 persen.
Sektor keuangan (IDXFINANCE) dan properti (IDXPROPERT) juga tidak berdaya dengan koreksi masing-masing sebesar -1,19 persen dan -1,11 persen.
Pelemahan tipis juga melanda sektor teknologi (IDXTECHNO) sebesar -0,37 persen, sektor energi (IDXENERGY) sebesar -0,34 persen, sektor bahan baku (IDXBASIC) sebesar -0,07 persen, dan sektor infrastruktur (IDXINFRA) yang turun tipis -0,02 persen.
Di tengah badai koreksi tersebut, sektor transportasi (IDXTRANS) tampil perkasa dan melaju sendirian dengan lonjakan tajam sebesar 1,50 persen. Sektor kesehatan (IDXHEALTH) juga menemani di zona hijau, meski hanya mampu menguat tipis sebesar 0,063 poin.