Berita

Cuitan PM Inggris Keir Starmer (Repro akun X @Keir_Starmer)

Dunia

PM Inggris Sambut Negosiasi AS-Iran, Tegaskan Teheran Tak Boleh Punya Nuklir

SENIN, 25 MEI 2026 | 09:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyambut baik perkembangan menuju kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah. 

Dalam pernyataannya di akun X pribadinya, Starmer menekankan pentingnya solusi diplomatik jangka panjang demi mengakhiri konflik dan menjaga stabilitas jalur perdagangan global.

Ia mengatakan bahwa dunia membutuhkan kesepakatan yang mampu menghentikan konflik sekaligus membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional tanpa hambatan.


“Kami perlu melihat sebuah kesepakatan yang mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz, dengan kebebasan navigasi tanpa syarat dan tanpa pembatasan," tulis Starmer, dikutip Senin 25 Mei 2026.

Selain itu, Starmer kembali menegaskan sikap Inggris terhadap program nuklir Iran. Menurutnya, Iran tidak boleh diizinkan mengembangkan senjata nuklir dalam kondisi apa pun.

“Penting bahwa Iran tidak pernah diizinkan mengembangkan senjata nuklir,” tegasnya.

Pemerintah Inggris, lanjut Starmer, akan terus mengambil langkah untuk melindungi warga negaranya dari dampak konflik tersebut. Inggris juga akan bekerja sama dengan mitra internasional guna memanfaatkan momentum diplomasi yang sedang berlangsung.

“Kami akan bekerja sama dengan mitra internasional untuk memanfaatkan momentum ini dan mencapai penyelesaian diplomatik jangka panjang,” ujar Starmer.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran berlangsung secara konstruktif. Ia bahkan menyebut ada peluang tercapainya kesepakatan baru terkait isu nuklir Iran, setelah ketegangan di kawasan sempat memicu kekhawatiran global terhadap gangguan pasokan energi dan keamanan di Selat Hormuz.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya