Berita

Senior Vice President (SVP) Pertamina Digital Hub, Ignatius Sigit Pratopo (kiri) saat menjadi pembicara dalam acara Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Jumat 22 Mei 2026.

Bisnis

Pertamina Optimalisasikan AI dan Digitalisasi Dongkrak Kinerja Bisnis

SENIN, 25 MEI 2026 | 03:41 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT Pertamina (Persero) berkomitmen terus memperkuat transformasi digital melalui implementasi Artificial Intelligence (AI) untuk menciptakan nilai bisnis baru salah satunya peningkatan efektivitas operasional perusahaan. Tak sebatas pemanfaatan teknologi, digitalisasi melalui AI diarahkan untuk mampu memberikan dampak nyata terhadap performa bisnis dan operasi perusahaan kedepan.

Hal tersebut disampaikan Senior Vice President (SVP) Pertamina Digital Hub, Ignatius Sigit Pratopo saat menjadi pembicara dalam acara Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Jumat 22 Mei 2026.

Sigit mengatakan, Pertamina juga meyesuaikan arah transformasi digital perusahaan, dengan menempatkan value creation sebagai fokus utama dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP). 


“Langkah tersebut menjadi fondasi perusahaan dalam membangun implementasi AI yang lebih terukur, dan berdampak langsung terhadap bisnis. Dalam rencana tersebut, kami menetapkan target ambisius, yaitu memberikan dampak EBITDA sebesar 300 juta Dolar AS pada tahun 2027. Itulah yang menjadi visi kami,” ucap Sigit dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 24 Mei 2026.

Untuk mendukung target tersebut, lanjutnya, Pertamina mengembangkan program Digital Factory sebagai pendekatan transformasi digital end-to-end di seluruh lini bisnis perusahaan. Konsep tersebut mencakup proses identifikasi pain point persoalan bisnis, pengembangan Minimum Viable Product (MVP), implementasi solusi digital analytics, hingga scale up implementasi ketika solusi terbukti memberikan hasil optimal. 

Sigit menambahkan, transformasi digital Pertamina dibangun dengan komitmen kuat dari level manajemen perusahaan. Hal itu diwujudkan dengan membentuk fungsi khusus yang bertugas mengoordinasikan seluruh inisiatif digital analytics dan AI perusahaan melalui Pertamina Digital Hub, dan memberikan laporan langsung kepada Direktur Utama. 

“Pertamina membentuk fungsi khusus yang bertugas mengoordinasikan seluruh inisiatif digital analytics dan AI di perusahaan. Saat ini fungsi tersebut dikenal sebagai Pertamina Digital Hub dan melapor langsung kepada CEO. Hal itu mencerminkan komitmen kuat perusahaan,” jelasnya.

Menurut Sigit, implementasi AI di Pertamina tidak sekadar implementasi teknologi, melainkan solusi digital yang dikembangkan berdasarkan tantangan operasional yang dihadapi unit bisnis. Melalui program Digital Factory, Pertamina juga melakukan pendalaman terhadap berbagai pain points bisnis sebelum menentukan teknologi yang tepat untuk digunakan, baik AI, machine learning, analytics, maupun solusi digital lainnya. 

“Setelah konsep disepakati bersama bisnis, tim khusus atau squad akan mengembangkan MVP dan menghadirkan solusi digital analytics maupun AI tersebut. Selanjutnya, bisnis akan mengimplementasikan MVP tersebut, dan ketika terbukti berhasil, kami melakukan scale-up. Pada tahap itulah kami mulai merealisasikan nilai bisnis yang nyata,” papar Sigit.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Implementasi AI dan digital analytics yang dijalankan Pertamina mulai menunjukkan hasil signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, perusahaan berhasil menciptakan value creation lebih dari US$ 35 juta. Pada tahun 2025, Pertamina meningkatkan target menjadi 50 Dolar AS, dengan realisasi mencapai hampir 80 juta Dolar AS. 

Sementara di tahun 2026, masih menurut Sigit, Pertamina kembali menaikkan target value creation menjadi 150 juta Dolar AS. 

“Pada tahun 2026, kami juga mulai menerapkan KPI bagi unit bisnis untuk memastikan realisasi value creation dapat terukur dengan jelas. Itulah perjalanan yang sedang kami jalani saat ini,” kata Sigit.

Masih menurut Sigit Pratopo, transformasi digital Pertamina juga dilakukan secara menyeluruh di seluruh rantai nilai energi perusahaan, mulai dari upstream, midstream, downstream. Di sektor upstream, Pertamina telah memanfaatkan machine learning dan AI melalui program seperti ChanceX yang terbukti mampu meningkatkan rasio keberhasilan eksplorasi di salah satu basin hingga 10 persen. 

Implementasi AI juga terus diperluas ke berbagai area strategis lain seperti drilling, optimasi produksi, reservoir management, dan berbagai operasi hulu lainnya. 

“Kami juga terus memperluas implementasi AI di berbagai operasi upstream, termasuk drilling, optimasi produksi, reservoir management, dan berbagai area lainnya,” tandasnya.


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi sebagai Pengganti Febrie

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:25

Wasekjen AMPI: Hasil Rapat Pleno IX Cacat Hukum dan Tak Punya Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:23

Danantara Mulai Bentuk Perusahaan Manajemen Aset Raksasa

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:15

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadirkan Desain Tipis dan Performa Tangguh

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:55

Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34

Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi PR Bersama

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:32

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27

Kemunculan Kabinet Bayangan Konsekuensi dari Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Sebut Bentuk Kepedulian untuk Korban

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50

Selengkapnya